Namun, kenaikan harga gas ternyata hanyalah permulaan. Pemerintah Arab Saudi juga berencana untuk menaikkan harga air dan listrik dan memotong anggaran belanja negara.
Kejatuhan tersebut mungkin terdengar normal untuk setiap pemerintah yang kehabisan uang tunai. Akan tetapi hal itu sangat bermasalah di Arab Saudi karena sebagian besar orang Saudi bekerja di sektor publik.
Seperti diketahui, sekira 75 persen dari anggaran pemerintah Saudi berasal dari minyak. Padahal, harga minyak telah jatuh dari lebih dari USD100 per barel pada 2014 menjadi sekira USD36 per barel saat ini.
Selama ini, pemerintah Saudi menggunakan kekayaan minyaknya untuk memberikan manfaat kepada warga negaranya. Beberapa manfaat tersebut meliputi murahnya harga gas per liter, perawatan kesehatan gratis, air dan listrik yang disubsidi, sekolah gratis, tidak adanya pajak penghasilan dan lebih dari 90 persen warga Arab Saudi yang dipekerjakan oleh pemerintah.(rai)
(Rani Hardjanti)