"Ada beberapa aturan yang sudah disepakati dengan Banjar, akan jadi acuan kami. Kondisi 'emergency' akan dikawal banjar sekitar pintu akses," imbuhnya.
Meski ditutup sementara, pengelola tetap menyiagakan petugas patroli yang juga bertugas menjaga sarana dan prasarana setempat.
Terkait sarana dan prasarana setempat, pihak pengelola juga akan mematikan seluruh sistem dan lampu penerangan termasuk cahaya infra-merah pada kamera pengawas atau CCTV dan cahaya penangkal petir.
Rismarture lebih lanjut menjelaskan bahwa rata-rata per hari, tol pertama di Indonesia yang dibangun di atas perairan itu dilintasi oleh 45.213 kendaraan tahun 2015.
Pihak pengelola memperkirakan potensi pemasukan yang hilang karena penutupan sementara itu mencapai sekitar Rp275 juta.(rai)
(Rani Hardjanti)