3. Sewa Properti dengan Opsi Membeli
Sewa (leasing) dengan opsi membeli dapat menjadi salah satu pilihan ketika tidak memiliki dana untuk pembayaran uang muka. Dengan melakukan leasing, Anda akan memiliki perjanjian sewa-menyewa yang mengandung beberapa klausul, termasuk opsi yang Anda miliki sebagai debitur untuk membeli atau tetap terus melanjutkan sewa.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah leasing ini berbeda dengan beli-sewa. Leasing memberikan pilihan untuk membeli atau melanjutkan sewa, sedangkan beli-sewa mempunyai perjanjian yang memperbolehkan kreditur untuk menarik lagi objek sewa jika debitur tidak mampu menyelesaikan angsurannya.
4. Tukar Keahlian
Untuk pilihan yang satu ini, Anda mungkin perlu punya kemampuan tertentu. Hal ini biasa dilakukan antara para pengembang dengan para pemilik tanah, atau para pemodal dengan para pengembang.
Jika Anda memiliki kemampuan sebagai pemborong, maka dapat dengan mudah menukar kemampuan Anda dengan penjual yang ingin membangun kembali tempat tinggalnya di tempat lain. Namun bagi yang berprofesi lain, Anda perlu cari tahu terlebih dahulu kemampuan yang dibutuhkan oleh penjual.
5. Ambil Alih
Ambil alih atau take over merupakan salah satu cara untuk memiliki properti tanpa uang muka. Anda dapat mencari debitur yang sudah tidak sanggup untuk meneruskan angsurannya. Anda juga bisa menghubungi lembaga keuangan tertentu yang berperan sebagai kreditur di bidang properti.
Hal yang perlu diperhatikan ketika akan melakukan take over adalah periksa secara cermat perjanjian antara debitur dan kreditur dari properti tersebut. Pemeriksaan semacam ini diperlukan karena beberapa bentuk pinjaman memiliki syarat khusus yang melarang dilakukannya transaksi ambil alih.
6. Lakukan Kemitraan
Jika Anda memiliki sebuah ide besar mengenai investasi ini namun tidak memiliki cukup dana sebagai uang muka, cobalah untuk bermitra dengan para pemodal. Maksudnya, mereka dapat memberikan Anda modal sebagai ganti dari tenaga Anda untuk mengelola properti tersebut.
Harus dicatat, buatlah kontrak mengenai kewajiban dari masing-masing pihak dengan jelas. Selain itu, buat juga bagaimana keuntungan dari investasi tersebut dibagikan. Jika mitra Anda benar-benar hanya sebagai penyokong dana, maka Anda perlu memantau secara harian aspek manajemen dari investasi tersebut.
Dari berbagai opsi yang tersedia di atas, pilihlah cara yang menurut Anda paling sesuai dengan kondisi keuangan dan kemampuan saat ini. Bila dimungkinkan, lakukan berbagai variasi dari opsi-opsi tersebut, seperti melakukan take over untuk sebuah properti sekaligus melakukan kemitraan dari properti tersebut, atau lainnya.
(dhe)
(Rizkie Fauzian)