"Kita harus menciptakan sistem yang membuatnya jauh lebih sulit untuk menyembunyikan kekayaan dan menghindari mereka dari kewajiban membayar pajak. Ini adalah bagian penting dari perjuangan melawan kemiskinan," tuturnya.
Atas dasar hal tersebut, pihaknya pun akan memasukkan temuan-temuan tersebut dalam bentuk inisiatif gabungan bersama Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan lainnya.
Inisiatif ini dirancang guna membantu negara-negara dalam menguatkan sistem perpajakannya, mengkoordinasikan bantuan yang berkaitan dengan pajak dunia, dan memastikan kepentingan negara-negara berkembang didengar dalam dialog internasional yang membicarakan reformasi pajak.
"Kami akan menindaklanjuti temuan kami dalam inisiatif bersama dengan IMF, OECD, PBB, dan lain-lain. Inisiatif-inisiatif ini memastikan bahwa kepentingan negara-negara berkembang didengar dalam dialog internasional yang tumbuh pada reformasi pajak," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)