CIREBON - Sebanyak 1600 buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, menganggur setelah ditutupnya aktivitas bongkar muat batu bara di pelabuhan tersebut.
Salah seorang Pengurus TKBM Pelabuhan Cirebon, Kadnawi, Senin, mengatakan saat ini setelah ditutupnya aktivitas bongkar muat batu bara, ribuan buruh TKBM tidak memiliki pekerjaan dan mereka masih menganggur.
"Ada 1600 buruh yang tidak bekerja setelah penutupan aktivitas batu bara di Pelabuhan Cirebon," katanya ketika unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat, Senin.
Ia bersama para buruh TKBM lainnya hari ini menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Cirebon dan meminta diberikan solusi yang tepat untuk mereka.
Namun sesampainya di Gedung DPRD pihaknya tidak ditemuai oleh para anggota dewan satu pun, karena menurut informasi bahwa anggota dewan sedang reses.
Ia menuturkan mereka sengaja memilih hari Senin untuk menggelar unjuk rasa, agar bisa ditemui oleh anggota DPRD karena hari Minggu itu hari libur.
"Kalau aksinya pas hari buruh yaitu Minggu kan hari libur, jadi nanti tidak bisa ditemui sama anggota dewan," ujarnya.
Massa dari TKBM sempat melakukan aksi selama satu jam didepan Gedung DPRD Kota Cirebon, untuk meminta perwakilan dari anggota dewan menemui mereka.
Namun keinginan mereka tidak bisa terlaksana karena seluruh anggota dewan sedang melakukan reses dan tidak berada ditempat.
"Tadi sempat masuk keruangan, tapi tidak ada anggota dewan, katanya lagi reses," tambahnya.
(Fakhri Rezy)