JAKARTA - Selain Indonesia ataupun Malaysia, salah satu negara Asia Tenggara lainnya yang industri propertinya tengah berkembang adalah Kamboja.
Banyak investor asing yang mulai berdatangan ke negara ini, jika Anda berminat berinvestasi properti di Kamboja sebaiknya simak tips berikut, yang dilansir dari Property Report.
1. Memilih untuk Investasi Kondominium
Pemerintah Kamboja melarang orang asing untuk memiliki tanah, dengan demikian kebanyakan investor asing membeli kondominum yang telah jadi atau unit strata.
2. Batasan Investasi Kondominium
Jika Anda memilih untuk berinvestasi apartemen, maka hal yang harus diingat adalah lantai dasar tidak diperbolehkan untuk di jual ke orang asing. Orang asing juga tidak diperbolahkan memiliki lebih dari 70 persen dari sebuah apartemen tunggal.
3. Memahami di mana lokasi terbaik
Investor juga harus mengetahui dan memahami di mana lokasi yang terbaik untuk mulai berinvestasi di Kamboja. Secara umum sedikitnya ada tiga kota di Kamboja yang berpotensi, yakni kota wisata Siem Reap, kota tepi pantai Sihanoukville, dan ibu kota Phnom Penh. Selain itu juga kota yang paling populer dengan pembangunan high-end yakni Boeung Keng Kang di Chamkar Mon.
4. Mencari proyek dengan keamanan yang kuat
Sudah sepatutnya Anda mencari proyek-proyek yang menawarkan fitur keamanan yang kuat, hal itu untuk melindungi investasi Anda dan meningkatkan daya tarik terhadap unit yang Anda sewakan.
5. Cermat menggunakan mata uang Kamboja
Terdapat dua jenis mata uang yang berlaku di Kamboja, yakni adalah mata uang Riel dan USD. Anda perlu mencermati pemakaian mata uang tersebut. Meskipun begitu pemerintah Kamboja berencana dalam jangka panjang akan mengurangi peredaran mata uang Amerika tersebut. Sementara para pengembang mungkin meminta pembayaran dilakukan dengan Riel. Dengan nilai tukar USD yang kurang menguntungkan saat ini investor harus melakukan penghitungan untuk melihat mana yang bekerja lebih baik.
6. Lihat pengembang luar negeri yang terkenal
Pengembang asal Singapura menjadi salah satu pengembang asing yang memiliki reputasi kuat, dengan begitu potensi investasi yang dihasilkan akan menjadi kuat.
(Rani Hardjanti)