Portofolio Temasek Alami Kerugian USD14 Miliar

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Sabtu 09 Juli 2016 00:17 WIB
Ilustrasi dolar AS. (Foto: Okezone)
Share :

"Kita sudah melihat bahwa referendum membuat penurunan PMI (Purchasing Manufactur Index) dan langkah-langkah lain yang berhubungan dengan kepercayaan diri sehingga kemungkinan akan berlanjut dan membebani pertumbuhan," tambah dia.

Selain downside langsung, dia masih melihat ada kemungkinan peluang investasi juga. Dia memperkirakan Federal Reserve akan terus melihat risiko untuk kenaikan suku bunga lebih lambat. Selain itu, dia melihat bahwa China akan mengatasi tantangan sebagai ekonomi, meski demikian kekhawatiran atas tingkat utang tetap ada.

Temasek juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan divestasi senilai USD28 miliar dolar Singapura dan melakukan investasi sebesar 30 miliar dolar Singapura. Dana tersebut, digunakan untuk mendorong likuiditas awal tahun untuk meningkatkan divestasi.

Selain itu, Temasek juga mencatat bahwa sekira 60 persen dari investasi mereka, masuk ke dalam emiten dan bukan surat utang. Sayangnya, investasi tersebut salah tempat, lantaran indeks saham di Singapura dan Hong Kong jatuh hampir 15-16 persen.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya