Rizal Ramli Beberkan Manfaat Program Mina Padi

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis
Rabu 20 Juli 2016 17:43 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan program mina dan padi memberikan sejumlah dampak positif. Pasalnya, ketika lahan sawah didiami oleh ikan-ikan, misalnya sebut saja ikan lele hingga nila, maka akan memberikan manfaat yang besar baik itu bagi petani maupun masyarakat yang mengonsumsinya.

"Mulai ikan lele yang murah sampai ikan nila, udang. Sawah secara tidak langsung menyediakan makanan untuk ikan," ucapnya usai rakor di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Manfaat pertama, kata Rizal, sawah secara tidak langsung akan menyediakan makanan untuk ikan yang akan berada di lahan padi tersebut. Kemudian, keeradaan ikan di lahan padi juga bisa sebagai predator alamiah guna memusnahkan hama padi.

"Ikan membantu juga, ada hama padi dia makan itu insect, larva dan lain-lain. Bisa jadi pengganti pestisida," kata dia.

(Baca Juga: Rizal Ramli Targetkan Ada 200 Ribu Ha Lahan Mina Padi di 2017)

Masih kata Rizal, padi bisa menjadi sumber oksigen bagi ikan. Selain itu, kotoran ikan bisa menjadi pupuk untuk sawah itu sendiri. "Jadi, kebutuhan pupuk bisa diminimalkan, pestisidanya juga. Jadi, sangat simbiosis," tuturnya.

Lebih penting lagi, beras hasil pengembangan mina padi memiliki kadar gula 0 persen. Artinya, beras ini cocok untuk dikonsumsi bagi para penderita diabetes atau gula darah.

"Terakhir berdasakan percobaan, padi yang ada ikannya kadar gulanya lebih rendah 0 persen biasanya 1 persen. Jadi bagus untuk penderita diabetes," pungkasnya.

Sekadar informasi, Rizal bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Bappenas, dan BPS sepakat untuk mengembangkan program mina dan padi itu dengan skala lebih besar.

Rizal menargetkan Maret 2017 sudah harus ada 100.000 hektare (Ha) lahan pertanian yang menjalankan program mina dan padi seperti ini. Kemudian Oktober 2017, sudah ada seluas 200.000 Ha lahan di seluruh Indonesia yang sudah menjalankan program ini.

Namun demikian, tentu program ini harus memerlukan persiapan karena tidak semua sawah bisa menjalankan program ini. Sawah yang bisa hanyalah sawah irigasi teknis dari waduk. Dari 7.000.000 Ha sawah Indonesia, hanya 700.000-an Ha yang dialiri waduk.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya