Helfizar juga menambahkan bahwa dengan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai, Provinsi NAD bisa mengulang kejayaan di sektor kemaritiman sebab Aceh merupakan daerah transhipment antarkawasan. ”Harapan kami, negaranegara yang hadir dalam pertemuan ini bisa mendukung perkembangan wilayah Aceh yang terus berkembang,” pungkas dia.
Kerja sama ekonomi subregional Indonesia-Malaysia- Thailand Growth Triangle (IMT GT) dimulai sejak 1993 dan terdiri dari tiga negara anggota ASEAN. Kawasan yang masuk ke dalam kerja sama IMT-GT terdiri dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, serta Lampung.
Sedangkan, delapan negara bagian Malaysia antara lain Malaka, Kedah, Kelantan, Negeri Sembilan, Penang, Perak, Perlis dan Selangor. Adapun, 14 provinsi di Thailand antara lain Nakhon Si Thammarat, Narathiwat, Pattani, Phattalung, Satun, Songkhla, Trang, Yala, Krabi, Phangnga, Phuket, Ranong, serta Surat Thanni. Kerja sama ini juga dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan di daerah-daerah yang masuk dalam kawasan IMT-GT dan mendorong adanya partisipasi dari sektor swasta.
(Raisa Adila)