Jokowi Tunggu Investasi Nyata Delegasi Bisnis Belanda

Hendra Kusuma, Jurnalis
Rabu 23 November 2016 16:13 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto : Okezone)
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima langsung enam delegasi Belanda yang sekaligus makan siang bersama di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Keenam delegasi bisnis Belanda ini, adalah Marten Wetselaar dari Royal Dutch Shell, Pieter Van Oord. CEO Van Oord, Alard Castellein CEO Port Of Rotterdam, Else F Bos CEO PGGM Pension Fund, Rene H Berkvens CEO Damen Shipyard Group dan Frits Eulderink CEO Royal Vopak

Usai melakukan santap siang, Jokowi menyebutkan, pemerintahan kabinet kerja terus bekerja keras untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, bahkan reformasi birokrasi telah banyak dilakukan.

"Indonesia setidaknya dalam sepuluh tahun, kita mulai dengan mengurangi subsidi di awal pemerintahan saya. Lalu kita melakukan upaya deregulasi dan pemangkasan berbagai izin. kita mengadopsi keterbukaan dalam kebijakan ekonomi," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Jokowi melanjutkan, pemerintah juga mencanangkan perjanjian perdagangan bebas dengan Belanda dan Australia. Tidak hanya itu, banyak program-program yang telah dilakukan pemerintah, seperti tax amnesty.

Hasilnya, kata Jokowi, peringkat kemudahan berusaha (EODB) Indonesia saat ini bertengger di posisi 94 dari yang sebelumnya 106. "Itu adalah rekor dunia, tidak pernah satu negara lompat dengan mudah seperti itu dalam satu tahun. Tapi tetap saja masih 91. Target saya adalah memastikan kita 40 besar dalam kemudahan melakukan bisnis," tambahnya.

Seperti Belanda, lanjut Jokowi, Indonesia merupakan negara demokrasi. Kendati demikian, pemerintah Indonesia menunggu hasil nyata kerja sama yang akan dilakukan oleh delegasi bisnis Belanda.

"Saya menunggu rencana Anda untuk Indonesia, dan apa yang bisa saya dan Menteri saya lakukan untuk Anda. Terimakasih," tandasnya.

(Raisa Adila)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya