JAKARTA - Indonesia sudah merdeka sejak 71 tahun lalu. Namun, kemerdekaan terasa belum ada dampaknya. Padahal di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 disebutkan, bahwa rakyat harus memperoleh kesejahteraan, kedaulatan, keadilan dan kemakmuran.
Untuk mengetahui kebenaran keadaan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia Hary Tanoesoedibjo pun. melakukan dialog singkat dengan para peserta workshop tentang pengelolan limbah organik yang diselenggarakan DPP Garda Rajawali Perindo (Grind).
"Setelah kita merdeka apakah Indonesia sudah makmur rakyatnya?" tanya pria yang akrab disapa Hary Tanoe, di Sekertariat DPP Perindo, Jakarta, Sabtu (24/12/2016).
"Belum Pak," teriak peserta workshop.
"Kenapa kok Indonesia enggak makmur?" tanya Hary.
"Korupsi, pengangguran, terus putus sekolah, kemiskinan banyak, enggak ada lapangan kerja, tidak ada pemerataan, biaya hidup mahal," jawab salah seorang peserta.
Dari dialog tersebut, Hary Tanoe menyimpulkan bahwa banyak persoalan yang mesti diselesaikan. Tentu dalam menyelesaikan persoalannya, dibutuhkan keseriusan.
"Kenapa Perindo ada, karena ingin
memperjuangkan untuk menyelesaikan masalah ini," tuturnya.
(Widi Agustian)