RI-Jepang Perkuat Kemitraan Strategis

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 16 Januari 2017 10:05 WIB
(Foto: Koran SINDO)
Share :

BOGOR - Indonesia dan Jepang sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Selama ini Jepang merupakan mitra strategis bagi Indonesia, terutama bidang ekonomi, seperti perdagangan dan investasi.

Kemarin delegasi kedua negara menggelar pertemuan bilateral, yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kunjungan dua hari ke Indonesia, PM Abe mengajak 30 CEO perusahaan besar Negeri Sakura. Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah agenda, antara lain beberapa kerja sama ekonomi dan kerja sama dalam konteks Two Plus Two (2+2) antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara (selengkapnya infografis).

Jepang merupakan investor terbesar di Indonesia setelah Singapura. Selama periode Januari- September 2016, investasi Jepang di Indonesia mencapai USD4,5 miliar, dengan sebagian besar di sektor infrastruktur. Beberapa proyek infrastruktur pada 2016, seperti proyek ketenagalistrikan yang dimenangkan oleh konsorsium Jepang-Indonesia dan tol laut Surabaya-Sorong, saat ini sudah berjalan. Tahun ini, investor Jepang mulai merambah untuk berinvestasi pada real estate dan properti.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengatakan tahun depan Indonesia dan Jepang akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara dengan tema teknologi modern. “Pertemuan bilateral ini penting artinya di tengah berbagai perkembangan baru dunia,” ujar Presiden Jokowi.

Sebelumnya, mengawali pertemuan, Presiden Jokowi mengaku senang dapat bertemu kembali dengan PM Jepang Shinzo Abe untuk yang ke-6 kalinya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

Kunjungan PM Shinzo Abe merupakan kunjungan kenegaraan pertama yang diterima Presiden Jokowi pada 2017 ini. “Perdana Menteri Abe dan saya bersepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang politik, ekonomi, maritim, dan sosial budaya. Tentunya upaya peningkatan kerja sama tersebut harus selalu disertai prinsip saling menguntungkan,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, PM Abe mengatakan Jepang memprioritaskan kerja sama maritim dengan Indonesia. Jepang mendorong aktif kerja sama di bidang keamanan laut dan pulaupulau terpencil Indonesia melalui Forum Maritim Indonesia-Jepang yang mulai dibentuk Desember lalu. “Terkait proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, kami kembali menegaskan arah kebijakan perusahaan patungan Jepang-Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, menurut PM Abe, Jepang tertarik berinvestasi di bidang infrastruktur seperti transportasi dan energi. “Kami akan bekerja sama di bidang perkeretaapian, pembangkit listrik, dan lain-lain melalui pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi yang merupakan keunggulan Jepang,” tambah PM Abe.

Jepang juga tertarik berinvestasi dalam bidang irigasi dan konservasi pantai di Indonesia. Mereka berjanji akan menciptakan kesempatan bisnis dengan nilai total sekitar 74 miliar yen (Rp8,6 triliun) untuk bidang irigasi dan konservasi pantai.

Di luar isu ekonomi, PM Abe meminta Indonesia agar ikut menjaga perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Abe menyinggung isu Laut China Selatan, yang sudah menjadi perhatian masyarakat internasional. “Kami kembali menekankan prinsip penegakan aturan hukum dan penyelesaian sengketa secara damai dan memastikan untuk bekerja sama dalam rangkaian pertemuan terkait ASEAN serta pertemuan internasional lain yang akan diselenggarakan tahun ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang Yasuhisa Kawamura mengungkapkan Indonesia merupakan mitra penting. Dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia menjadi pasar ekonomi yang sangat potensial. Apalagi kepentingan Indonesia dan Jepang hampir sama. “Pemerintah Jepang dan Indonesia akan berkoordinasi dan bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai isu kawasan dan internasional.

Kami memerlukan Indonesia yang kini menjadi pemimpin ASEAN untuk mencari solusi bersama. Kami ingin membangun kemitraan strategis,” ujar dia. Menurut Kawamura, ekonomi Indonesia tumbuh cepat. Kota Jakarta juga mengalami perubahan signifikan dibanding saat kunjungan terakhirnya sekitar 20 tahun lalu. Selain itu, sikap dan posisi Indonesia terhadap Jepang juga tidak pernah berubah.

Hal ini dibuktikan dari persahabatan dan kerja sama yang berkelanjutan dan kuat. Perekatan hubungan ini sekaligus menjadi kado istimewa dalam perayaan ulang tahun ke-60 hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang pada 2018 mendatang. Dalam pertemuannya dengan Pemerintah Indonesia, Jepang berharap adanya konfirmasi kerja sama pengembangan infrastruktur dan pertahanan maritim.

Baru Sebatas Proposal

Khusus mengenai kerja sama perhubungan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembahasan kereta cepat atau semi cepat Jakarta-Surabaya baru sebatas pengajuan proposal dari Jepang. Jepang diberikan kesempatan untuk memberikan proposal awal, baik itu cepat maupun semicepat, namun belum ada kesepakatan. Dengan demikian, belum ada penentuan operator kereta api tersebut.

“Jepang tidak menunjuk perusahaan apa-apa, yang diharapkan adalah perusahaan patungan (Jepang dan Indonesia) sementara untuk nilai investasi tidak dibahas tadi,” ungkap Budi.

Budi mengaku Presiden Jokowi menyambut proposal yang diajukan Jepang tersebut. “Ya Presiden memberikan kesempatan memberikan proposal, yang penting kita memberikan kesempatan pengajuan proposal awal untuk Jakarta- Surabaya berjarak 720 kilometer,” tambah Budi.

Sementara itu, kerja sama Jepang-Indonesia yang segera terwujud adalah pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang. Indonesia meminta Pelabuhan Patimban dibangun paling lambat awal 2018 dan mulai dioperasikan secara bertahap awal 2019.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya