JAKARTA - New York merupakan salah satu kota yang pertumbuhannya paling pesat di dunia. Dari waktu ke waktu jumlah properti di kota ini selalu bertambah.
Mulai dari gedung-gedung pencakar langit hingga inovasi pada perumahan mewarna laju pertumbuhan kota yang menjadi salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Lantas bagaimana perkembangan New York hingga masa yang akan datang?
Dilansir Architecturaldigest, salah satu perubahan yang akan terjadi di New York tampak pada pinggiran kota Manhattan. Wilayah paling selatan di kota Manhattan ini dinilai mengalami perubahan yang signifikan. Transformasi besar-besaran di kota ini tak hanya sebatas dari segi arsitekturnya, yakni kelahiran kembali World Trade Center. Melainkan, Manhattan juga mengalami perubahan identitas.
Selain itu jumlah penduduk Manhattan diperkirakan juga akan mengalami pertumbuhan yang pesat. "Jika Anda mengatakan kita akan memiliki tiga kali lebih banyak jumlah penduduk di pusat kota (pada hari ini) daripada yang ada pada saat 9/11, tidak akan ada yang percaya pada Anda," kata Presiden Aliansi Downtown New York Jessica Lappin dikutip architecturaldigest.com.
Namun, yang cukup mengejutkan, dibalik perkembangan properti di New York, diperkirakan dalam 2 tahun ke depan pertumbuhan real estate di kota ini akan mengalami perlambatan. Diperkirakan salah satu yang membuat perlambatan pertumbuhan pembangunan ini lantaran banyak proyek yang dimulai ketika ekonomi Amerika mengalami rebound.
"Sudah dimulai market yang kondisinya benar-benar hening di Manhattan," kata JDS Development Michael Stern.
Ditambah lagi, saat ini pemilik lahan di perkotaan mematok harga yang terbilang tinggi. Bagi pengembang hal itu mengganjal laba dan investasi yang mereka hasilkan.
Terakhir, yang menjadi tantangan ke depan bagi New York adalah menyelaraskan pembangunan dengan mempertahankan warisan arsitektur di masa lampau. Bahkan dikatakan, yang menjadi tantangan bagi arsitek di New York bukan lagi menciptakan konsep bangunan baru, melainkan membangun yang lama dengan mempertahankan arsitektur lama.
"Apabila bangunan dikatakan baik, bangunan itu mampu menceritakan sebuah cerita tentang masa lalu," kata Pendiri dan Direktur Eksekutif Perusahaan Arsitektur ODA Eran Chen. Pihaknya saat ini tengah membangun ulang sebuah pabrik gula di Brooklyn untuk dijadikan sebagai gedung perkantoran.
Dia menambahkan, perlu memerhatikan keseimbangan yang sesuai untuk membangun bangunan baru pada bangunan lama. Salah satunya inovasi dan kelestarian harus berjalan selaras.
(Raisa Adila)