GRIND Perindo: Pelaku Kartel Cabai Rugikan Petani dan Konsumen

, Jurnalis
Rabu 08 Maret 2017 09:20 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Tingginya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi cabai membuat para pelaku kartel memanfaatkan kondisi tersebut. Hal ini terjadi dikarenakan adanya campur tangan pengepul hingga menyebabkan harga cabai yang terus meroket.

Ketua Umum Garda Rajawali Indonesia (GRIND) Perindo Kuntum Khairu Basa mengatakan, kartel cabai bukanlah hal baru yang terjadi di tanah air. Oleh karena itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) perlu mengusut kasus ini dengan menggandeng Polri.

“KPPU bertugas memetakan modus kartel cabe dan Polri menindak jika sudah masuk ranah pidana,” ungkap Kuntum, di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Lebih lanjut, Kuntum mengatakan, perlu adanya memetakan alur tata niaga, hingga akan memudahkan kinerja Polri dan Kementan dalam mengusut rantai penimbunan cabai di tangan para pengepul.

“KPPU harus bisa memetakan permainan kartel, memastikan produksi cabe, memperbaiki tata niaga cabe dan penegakan hukum harus tegas,” pungkasnya.

Menurutnya, tindakan kartel cabai ini akan banyak merugikan petani dan konsumen. “Jadi kartel cabai ini terkait perburuan rente yang merugikan petani dan konsumen,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian RI (Kementan), harga cabai rawit merah di tingkat konsumen, berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram. Hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan harga acuan cabai rawit merah di tingkat konsumen dalam Permendag No. 63/2016, yakni Rp 29 ribu per kilogram. (kmj)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya