JAKARTA - Siapa tak kenal Patung Pancoran. Patung yang berdiri di Kawasan Jakarta Selatan ini telah menjadi salah satu ikon Ibukota Republik Indonesia, yakni DKI Jakarta. Patung Pancoran pun diselimuti oleh beragam mitos yang beredar di masyarakat.
Beberapa mitos tersebut mencuat sejak rampungnya pembangunan patung tersebut. Patung yang dirancang oleh Edhi Sunarso menggambarkan sosok lelaki berotot kekar yang merupakan permintaan Presiden pertama RI Soekarno.
Salah satu mitos yang santer terdengar di masyarakat berkaitan dengan sturktur yang membentuk Patung pancoran itu sendiri. Patung yang tergambar sedang menjulurkan tangannya itu menympan mitos yang dipercaya masyarakat mengarah ke letak keberadaan harta karun Soekarno.
Namun, ada juga yang berpikir secara lebih rasional. Mereka menyebut gestur tangan tersebut mengarah ke Pelabuhan Sunda Kelapa.
Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna mengatakan, mitos tersebut mencuat lantaran zaman dahulu belum terbangun suatu teknologi dan informasi. Hal itu membuat mitos dan fakta lebih banyak dikembangkan sendiri oleh masyarakat sehingga menimbulkan multi tafsir.
"Mitos itu menarik buat mereka yang percaya nilai makna, simbolik. Kenapa sih (patung Pancoran) nunjuk? Bagi masyarakat yang belum berkembang maju, mungkin makna itu dikembangkan. Padahal mungkin desain tidak menunjukkan sesuatu, tapi itu (gestur tangan) karakter patung," ucapnya kepada Okezone di Jakarta belum lama ini.
Selain mitos tersebut, ia juga menyebut ada mitos lainnya yang beredar tentang Patung Pancoran. Dia mencontohkan, seperti kaki patung yang seolah membentuk angka 7. Padahal, bila dilihat dari gestur tangan patung Pancoran tersebut, bisa saja gestur tangan patung tersebut hanya menunjukkan suatu posisi biasa.
"Tapi mitos itu menarik untuk dikembangkan. Mitos makna dan simbolik pesan apa yang disampaikan oleh patung," pungkas Yayat.
(Dani Jumadil Akhir)