Plus Minus Ambil Asuransi Investasi

Agregasi Cermati.com, Jurnalis
Senin 17 April 2017 05:34 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

Asuransi investasi juga memiliki kekurangan yang perlu diketahui dan pertimbangkan baik-baik sebelum Anda memutuskan untuk mengambil asuransi investasi. Kekurangan tersebut yaitu premi dari asuransi investasi itu sendiri. Premi adalah besarnya dana yang harus dibayarkan per bulannya sebagai kewajiban dalam keikutsertaan dalam asuransi. Premi dari asuransi investasi cenderung lebih mahal daripada asuransi dan investasi yang terpisah. Kondisi keuangan Anda yang mungkin tidak menentu bisa jadi salah satu hambatan untuk memenuhi premi asuransi investasi.

Selain itu, nilai tunai dari pembelian produk asuransi investasi sangatlah kecil. Bahkan lebih kecil dari nilai premi yang harus dibayarkan tiap bulannya. Pihak asuransi sendiri biasanya tidak member i banyak informasi mengenai jenis investasi yang akan didapatkan. Anda juga tidak bisa memilih jenis investasi yang diinginkan karena biasanya pihak asuransilah yang akan menentukannya. Jadi sistem tersebut cenderung kurang transparan bagi kedua belah pihak.

Kekurangan lainnya akan diketahui setelah Anda mengambil asuransi investasi dan di tengah perjalanan Anda memutuskan untuk berhenti. Ketika sudah tidak bisa lagi membayar premi, maka investasi yang telah Anda kumpulkan akan hangus atau hilang seketika. Oleh karena itu, jika berhenti maka Andalah yang akan rugi. Sedangkan jika memutuskan untuk tetap lanjut, Anda harus menanggung biaya premi per bulan yang jumlahnya lumayan besar. Sedangkan di sisi lain, ada sekian banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dengan pendapatan yang tidak terlalu besar.

Solusi Tepat Dalam Memilih Asuransi Investasi

Anda bisa saja mengalami kerugian ketika mengambil asuransi investasi, karena itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka sebaiknya Anda memilih asuransi berjangka. Dengan asuransi berjangka, Anda bisa membayar premi dengan jumlah yang lebih ringan daripada premi asuransi investasi yang jumlahnya cenderung besar. Sehingga sisa pembayaran premi tersebut bisa digunakan untuk berinvestasi. Meski sedikit lebih rumit, namun cara ini dinilai lebih aman ketika ingin memiliki asuransi dan berinvestasi. Pada dasarnya pemisahan antara asuransi dan investasi merupakan solusi yang tepat karena walau bagaimanapun, asuransi dan investasi merupakan dua hal yang berbeda tujuan. Jika menginginkan asuransi dan investasi, Anda bisa menggunakan asuransi berjangka dan reksadana.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya