JAKARTA - Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), emiten pengelola rumah sakit PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang mengelola Mayapada Hospital menggelar memutuskan untuk tidak membagi dividen tahun buku 2016 dan tidak membukukan dana cadangan wajib.
Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Menurut Direktur Operasional PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk, Arif Mualim, perseroan belum membagikan dividen mengingat perseroan masih mengalami kerugian.
"Berdasarkan rapat RUPST untuk cadangan dana karena kerugian jadi belum bisa bagi dividen," ujarnya.
Berdasarkan RUPST tersebut, rugi perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2016 sebesar Rp97,2 miliar akan dibukukan ke dalam ekuitas perseroan.
Sebelumnya di tahun 2016, perseroan menerbitkan 2.887.300.388 saham baru senilai Rp808 miliar yang akan digunakan perseroan untuk ekspansi membangun rumah sakit di beberapa kota, salah satunya di Surabaya dan Jakarta Garden City. Saham baru tersebut ditawarkan kepada para pemegang saham dalam rangka Penawaran Umum Terbatas (PUT) II.
Perseroan hingga kuartal 1 2017 berhasil membukukan revenue Rp152,7 miliar atau naik 6,49% dari kuartal I-2016 yang sebesar Rp143,4 miliar. Rugi bersih perseroan Rp24,6 miliar naik 71,48% dari kuartal 1 2016 sebesar Rp14,35 miliar dengan margin rugi 16,1%. Tahun lalu, perseroan memperluas jaringan rumah sakit Mayapada dengan ditandai pembangunan Mayapada Hospital tahap kedua Lebak Bulus, Jakarta Selatan.