nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lorena Optimalkan Layanan Angkutan Bandara Tahun Ini

Agregasi Kamis 13 Juni 2019 11:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 13 278 2065967 lorena-optimalkan-layanan-angkutan-bandara-tahun-ini-WpyKSh0jWa.jpg (Foto: Lorena)

JAKARTA -  Ketatnya persaingan bisnis layanan jasa moda transportasi publik mendorong PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) untuk jeli melihat peluang pasar yang menjanjikan dan terus mengevaluasi bisnis yang menjadi beban perusahaan.

Salah satu peluang bisnis yang dijajaki perusahaan penyedia layanan transportasi publik ini adalah memasuki layanan angkutan bandara, dimana pada tahun 2018 kemarin, perseroan telah mendapatkan izin prinsip dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebanyak 43 trayek.

Direktur PT Eka Sari Lorena Transport Tbk Dwi Rianta Soerbakti kemarin mengungkapkan, potensi angkutan bandara dilihat oleh perseroan sebagai suatu yang menjanjikan untuk meningkatkan kinerja kerja dimasa mendatang dan saat ini perseroan telah menjalankan 2 rute yaitu : Kota Wisata/Legenda Wisata/Mall Ciputra Cibubur – Bandara Halim Perdana Kusuma dan Rancamaya/Royal Tajur/Depo Lorena Bogor – Bandara Halim Perdana Kusuma.

Baca juga: Lorena Berambisi Tambah Armada TransJakarta

Disampaikannya, rute-rute lainnya akan dijalankan secara bertahap mulai bulan Juli 2019. Kemudian dari segi pemasaran, lanjutnya, perseroan terus memperkuat digital marketing & e-Ticketing (on-line ticketing dan penjualan di Traveloka, AlfaMart dan Indomart) dalam hal pembayaran tiket yang dipesan oleh calon penumpang melalui situs perseroan www.lorena-transport.com untuk memudahkan para penumpang membeli tiket, sert.

Selain itu, kata Dwi Rianta, perseroan juga memperkuat kerjasama dengan ESL Cargo & ESL Logistic sebagai mitra pendukung cargo & logistic. “Melalui penjualan tiket ‘e-Commerce’, cakupan wilayah pemasaran Perseroan tidak terbatas hanya di wilayah Indonesia saja, bahkan hingga keluar negeri, sehingga para pelancong asing bisa merancang rencana perjalanannya selama di Indonesia,“ ujarnya.

Asal tahu saja, tahun 2018 merupakan tahun ketiga pelaksanaan program konsolidasi dan perubahan model bisnis bagi perseroan. Dimana dalam 3 tahun terakhir ini, perseroan secara berkesinambungan telah melakukan beberapa hal untuk menyehatkan kondisi keuangan. Sebut saja, rute-rute yang berkompetisi langsung dengan kereta api dan pesawat udara telah ditutup.

Di sektor busway transjakarta yang merupakan penyumbang kerugian terbesar telah selesai perjanjian kerjasamanya yang telah berlangsung sejak tahun 2008. Namun demikian, perseroan tetap membuka peluang di tahun mendatang untuk kembali berpartisipasi di Transjakarta dengan mengajukan diri untuk turut serta dalam program peremajaan armada Transjakarta yang sedang direncanakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta.

Baca juga: Terapkan Tiket Online, Lorena Sukses Bermanuver

Perseroan juga melanjutkan evaluasi trayek AKAP, dimana trayek-trayek yang bersinggungan langsung dengan moda transportasi udara dan kereta api sebagian sudah dialihkan ke trayek-trayek lain yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Disamping itu, perseroan melanjutkan strategi bisnis yang sudah dijalankan pada tahun 2017 salah satunya yaitu merubah “Business Model” dari layanan “Mass Public Transportation” menjadi “Boutique Mass Transportation”. Hal ini merupakan strategi perseroan untuk menciptakan “Product and Services Differentiation” yang signifikan dibandingkan para pesaing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini