nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Rate Turun, Yuk Lirik Saham Properti CTRA dan BSDE

Agregasi Jum'at 19 Juli 2019 13:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 19 278 2080949 bi-rate-turun-yuk-lirik-saham-properti-ctra-dan-bsde-PMMpSfxTTZ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan respon positif dari pelaku pasar modal. Pasalnya, kebijakan ini akan memberikan sentimen positif dalam menggairahkan industri properti.

Analis MNC Sekuritas Muhammad Rudy Setiawan menjelaskan, penurunan suku bunga BI memang menjadi katalis positif terhadap sektor properti. Namun memang belum akan begitu kuat untuk kinerja di beberapa perusahaan.

”Karena dari katalis sebelumnya belum terefleksi dan penurunan suku bunga saat ini pun baru berjalan di tengah tahun. Jadi belum terefleksikan sepenuhnya tahun ini," ujarnya seperti dikutip dari Harian Neraca, Jumat (19/7/2019).

Dirinya melihat, saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) cukup menarik untuk dilirik. Sebab kedua emiten tersebut memiliki profil developer dengan bauran produk serta landbank yang cukup bervariasi. Rudy menargetkan CTRA di harga Rp 1.310 dan BSDE di level Rp 1.660. 

Baca Juga: Suku Bunga Acuan Naik Lagi, BI: Untuk Kendalikan Defisit

Sementara menurut Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali menyebutkan, selain saham sektor properti yang layak dikoleksi juga ada saham sektor perbankan. Penurunan suku bunga akan membuat cost of fund perbankan ikut turun.

Sebab dalam waktu empat hingga enam bulan deposito akan cepat menyesuaikan. Sehingga biaya dana alias cost of fund perbankan akan turun terlebih dahulu sebelum pemberian kredit yang baru juga ikut turun.

"Nah ini memberi ruang spread yang lebih tinggi untuk bank. Otomatis net interest margin perbankan jadi lebih positif," ujar dia.

Baca Juga: Suku Bunga BI Turun Akhir dari Kebijakan Ketat Bank Sentral

Dirinya pun mengakui, penurunan suku bunga bisa membuat emiten yang bergerak di sektor properti mencatat peningkatan pendapatan bersih. Frederik menjelaskan dalam melakukan pembangunan, bisnis properti membutuhkan leverage yang cukup tinggi.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini