nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indorama Synthetics Siapkan Belanja Modal USD44 Juta

Rabu 29 Mei 2019 13:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 29 320 2061737 indorama-synthetics-siapkan-belanja-modal-usd44-juta-dsmAuFxfCI.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pacu kapasitas produksi pabrik poliester dan bentang pintal, PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) tahun ini mengalokasikan belanja modal sebesar USD44 juta.

“Sumber belanja modal sebesar USD44 juta dari kas internal. Hingga kuartal I/2019, belanja modal telah terserap USD12 juta,” kata Presiden Direktur Indo-Rama Synthetics Vishnu Swaroop Baldwa dilansir dari Harian Neraca, Rabu (29/5/2019).

Dirinya mengungkapkan, saat ini perseroan memiliki kapasitas produksi poliester dan benang pintal sebesar 410.000 ton per tahun. Pada tahun ini, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi 5%-7% dari kapasitas exsisting.

Targetnya, kapasitas baru dapat beroperasi mulai kuartal IV/2019. Disampaikannya, saat ini sudah berjalan penambahan kapasitas dan kapasitas akan berjalan pada akhir tahun. Dimana benefitnya akan dirasakan di 2020.

Perseroan, lanjutnya, tahun ini mengincar laba bersih sebesar USD55 juta. Sekitar 60%-65% berasal dari penjualan ekspor.Target laba bersih ini telah memperhitungkan hasil penjualan saham yang dimiliki di PT Indorama Petrochemicals Indonesia (PTIP) dengan nilai penjualan USD55,14 juta pada Januari 2019. Hasil penjualan saham itu sebagian digunakan pelunasan sebagian kewajiban untuk memperbaiki arus kas.

Baca Juga: KMI Wire and Cable Raup Laba Bersih Rp114,9 Miliar, Melesat 119,5%

Adapun, sebesar USD30 juta di antaranya tercatat pada laba di kuartal I 2019. Hingga kuartal I 2019, perseroan mencapai laba bersih sebesar USD32,8 juta, naik 141,18% dari laba kuartal I 2018 sebesar USD13,6 juta. Dengan demikian, perseroan mengantongi laba dari operasional pabrik hanya USD2,8 juta atau lebih rendah dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Vishnu menjelaskan, laba operasional yang tertekan pada 3 bulan pertama tahun ini karena permintaan pasar turun akibat perang dagang AS-China. Dia memproyeksikan, permintaan yang melambat masih berlanjut pada kuartal II 2019.

Meski demikian, perseroan optimistis permintaan mulai meningkat pada kuartal III dan kuartal IV. Apalagi, setelah kapasitas pabrik baru beroperasi yang menghasilkan produk poliester dan benang pintal bernilai tambah.

Kemudian perseroan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan membagikan dividen senilai Rp340 per saham atau USD15 juta untuk tahun buku 2018.

“Pemegang saham menyetujui dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp 340 per saham atau USD15 juta. Jumlah dividen tunai setara dengan 25% dari laba bersih tahun lalu,” kata dia.

Baca Juga: Pendapatan IBFN Naik Jadi Rp21,60 Miliar di Kuartal I-2019

Dia mengatakan, dividen bakal dibagi pada Juni 2019 dan kebijakan perseroan memberikan dividen sudah dilakukan sekitar 6 tahun karena laba yang dibukukan meningkat. Sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten produsen polyester dan tekstil ini membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar USD61,8 juta atau meningkat dibandingkan perolehan laba 2017 sebesar USD1,6 juta.

Sementara penjualan bersih meningkat 7,92% menjadi USD839,5 juta. Perseroan mengungkapkan, sekitar USD33 juta dari laba tahun lalu berasal dari penjualan saham yang dimiliki Indorama Synthetics di PT Indorama Petrochemicals Indonesia. Sehingga, laba operasional yang dibukukan perseroan pada tahun lalu sebesar USD29 juta.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini