Masih Rugi, Pengelola Rumah Sakit Mayapada Tak Bagi Dividen

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Rabu 31 Mei 2017 13:39 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), emiten pengelola rumah sakit PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang mengelola Mayapada Hospital menggelar memutuskan untuk tidak membagi dividen tahun buku 2016 dan tidak membukukan dana cadangan wajib.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Direktur Operasional PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk, Arif Mualim, perseroan belum membagikan dividen mengingat perseroan masih mengalami kerugian.

"Berdasarkan rapat RUPST untuk cadangan dana karena kerugian jadi belum bisa bagi dividen," ujarnya.

Berdasarkan RUPST tersebut, rugi perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2016 sebesar Rp97,2 miliar akan dibukukan ke dalam ekuitas perseroan.

Sebelumnya di tahun 2016, perseroan menerbitkan 2.887.300.388 saham baru senilai Rp808 miliar yang akan digunakan perseroan untuk ekspansi membangun rumah sakit di beberapa kota, salah satunya di Surabaya dan Jakarta Garden City. Saham baru tersebut ditawarkan kepada para pemegang saham dalam rangka Penawaran Umum Terbatas (PUT) II.

Perseroan hingga kuartal 1 2017 berhasil membukukan revenue Rp152,7 miliar atau naik 6,49% dari kuartal I-2016 yang sebesar Rp143,4 miliar. Rugi bersih perseroan Rp24,6 miliar naik 71,48% dari kuartal 1 2016 sebesar Rp14,35 miliar dengan margin rugi 16,1%. Tahun lalu, perseroan memperluas jaringan rumah sakit Mayapada dengan ditandai pembangunan Mayapada Hospital tahap kedua Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Gedung kedua ini memiliki 300 ranjang yang diharapkan bisa mulai konstruksi pada tahun ini. Manajemen SRAJ berharap, gedung itu beroperasi di separuh pertama 2018. Saat ini okupansi Mayapada Hospital tahap pertama di Lebak Bulus hampir penuh dengan total 250 ranjang.

Jonathan Tahir, Komisaris SRAJ, sekaligus CEO Mayapada Healthcare Group pernah bilang, untuk menyokong proyek RS Mayapada tahap kedua, SRAJ belum lama ini menggelar rights issue di kuartal III atau kuartal IV 2016.

Selain rumah sakit di Lebak Bulus, SRAJ juga membangun cabang ketiga di Surabaya. Meski tak sebesar di Jakarta, rumah sakit di Surabaya dibangun secara vertikal, meliputi 250-300 ranjang. Pemilihan Surabaya karena kota terbesar kedua setelah Jakarta yang pasarnya masih cukup besar.

Jika semua sudah beroperasi, maka Rumah Sakit Mayapada di Jakarta akan menjadi pusat di Indonesia bagian barat, sementara Surabaya sebagai pusat di wilayah timur Indonesia. Jika dua rumah sakit di Jakarta dan Surabaya beroperasi, menurut Jonathan, maka mudah bagi SRAJ membuka rumah sakit lagi. Saat ini SRAJ mengincar sejumlah kota besar untuk ekspansi.

SRAJ berada di bawah kendali PT Mayapada Healthcare Group yang bergerak di bidang pelayanan rumah sakit. Lebih dari 25 tahun SRAJ mengelola rumah sakit. Berdiri tahun 1991 dengan nama PT Sejahtera Raya Anugrah, lalu berganti nama menjadi nama yang dikenal saat ini. Mayapada Hospital pertama berdiri di Tangerang dengan mengakuisisi Rumah Sakit Honoris pada tahun 2008.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya