JAKARTA – Pengelola rumah sakit (RS) Omni, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), mencatatkan kenaikan pendapatan 18,97% ke angka Rp369,65 miliar di semester pertama 2017 ini. Pada semester pertama tahun 2016, perusahaan ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp310,70 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.
Disebutkan, pendapatan SAME terdiri dari pendapatan penunjang medis sebesar Rp194,1 miliar. Pendapatan segmen ini turun 17,4% year on year (yoy). Pendapatan kamar rawat inap tumbuh 27,4% menjadi Rp 73 miliar, diagnostik elektromedik tumbuh 13,1% menjadi Rp 33,7 miliar, dan pasien rawat jalan tumbuh 15,7% menjadi Rp29,2 miliar.
Baca juga: Sarana Mediatama Stock Split 1:5, Terealisasi 7 Juni
Selain itu ada juga pendapatan dari administrasi tumbuh 19,5% menjadi Rp17,4 miliar, pendapatan dari cath lab tumbuh 118,8% menjadi Rp13,5 miliar. Namun untuk pendapatan lain-lain turun 43,3% menjadi Rp8,4 miliar. Pada periode enam bulan pertama 2017, SAME mencatat laba Rp46,57 miliar. Angka ini membaik jika dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu. Tahun lalu, SAME masih merugi Rp803,8 juta.
Pada 2017, emiten operator rumah sakit Omni Hospital yang menargetkan pendapatan tumbuh 25% atau sekitar Rp800 miliar. Direktur SAME, Surina, pernah mengatakan bahwa pendapatan 2017 ditargetkan sebesar Rp800 miliar. Pertumbuhan ini akan ditopang dengan beroperasinya rumah sakit baru di Pekayong, Bekasi Selatan dan rumah sakit Omni di Balikpapan, “Target pendapatan tahun ini sebesar Rp800 miliar diyakini bisa tercapai,” ujarnya.
Pada 2016, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 23,3% menjadi Rp635,0 miliar dibandingkan 2015 sebesar Rp 515, 1 miliar. Pertumbuhan ini, kata Surina, didorong oleh peningkatan utilisasi dari fasilitas yang ada disamping ekspansi yang dilakukan perseroan.
Selain itu, lanjutnya, aset perseroan juga meningkat sebesar 20,7% dari Rp1,2 triliun pada 2015 menjadi Rp1,5 triliun pada 2016. Peningkatan ini disebabkan oleh penambahan aset dari rumah sakit baru di Cikarang yang mulai beroperasi pada April 2016. Sementara Direktur SAME Hassan Themas menambahkan, tahun ini total belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp200 miliar.
“Belanja capex sebagaian besar untuk mendanai pembangunan rumah sakit Omni di Pekayon dan sisanya untuk mengganti alat dan termasuk menambah kapasitas alat,” ungkapnya.
Disebutkan, perseroan menginvestasikan dana sebear USD30 juta untuk pembangunan rumah sakit Omni di Balikpapan, Kalimantan Selatan dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 250 tempat tidur. Angka yang sama juga untuk pembangunan rumah sakit (RS) Omni di Pekayong, Bekasi Selatan. Rencananya, pembangunan RS Omni di Pekayon diharapkan bisa beroperasi tahun depan. Pasalnya, untuk pembangunan satu rumah sakit hinga beroperasi dibutuhkan waktu satu tahun.
(Fakhri Rezy)