Pada 2016, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 23,3% menjadi Rp635,0 miliar dibandingkan 2015 sebesar Rp 515, 1 miliar. Pertumbuhan ini, kata Surina, didorong oleh peningkatan utilisasi dari fasilitas yang ada disamping ekspansi yang dilakukan perseroan.
Selain itu, lanjutnya, aset perseroan juga meningkat sebesar 20,7% dari Rp1,2 triliun pada 2015 menjadi Rp1,5 triliun pada 2016. Peningkatan ini disebabkan oleh penambahan aset dari rumah sakit baru di Cikarang yang mulai beroperasi pada April 2016. Sementara Direktur SAME Hassan Themas menambahkan, tahun ini total belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp200 miliar.
“Belanja capex sebagaian besar untuk mendanai pembangunan rumah sakit Omni di Pekayon dan sisanya untuk mengganti alat dan termasuk menambah kapasitas alat,” ungkapnya.
Disebutkan, perseroan menginvestasikan dana sebear USD30 juta untuk pembangunan rumah sakit Omni di Balikpapan, Kalimantan Selatan dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 250 tempat tidur. Angka yang sama juga untuk pembangunan rumah sakit (RS) Omni di Pekayong, Bekasi Selatan. Rencananya, pembangunan RS Omni di Pekayon diharapkan bisa beroperasi tahun depan. Pasalnya, untuk pembangunan satu rumah sakit hinga beroperasi dibutuhkan waktu satu tahun.
(Fakhri Rezy)