JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berharap pertumbuhan kredit di Indonesia bisa menyentuh level double digit. Namun, untuk mengejar pertumbuhan kredit yang cukup tinggi tersebut, tidak hanya mengandalkan faktor dari dalam negeri.
Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, untuk mendorong pertumbuhan kredit, salah satunya dipengaruhi oleh perekonomian global. Menurutnya, ekonomi dunia saat ini sudah cukup mendukung untuk mendorong pertumbuhan kredit ke double digit.
"Kredit, pertumbuhan kredit yang utama adalah kita melihat ekonomi dunia. Ekonomi dunia itu harga komoditas-komoditas dari andalan ekspor Indonesia, itu menunjukkan kondisi yang membaik," kata di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (4/8/2017).
Menurut dia, dalam kurun waktu setahun terakhir harga-harga komoditas cenderung mengalami perbaikan, yang berimbas pada perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi diharapkan pertumbuhan kredit ikut terpacu.
"Memang di Kuartal II ada sejumlah koreksi penurunan. Tapi kalau lihat setahun perkiraan harga-harga komoditi andalan Indonesia akan membaik, itu dalam banyak hal akan membantu ekonomi Indonesia," lanjutnya.