Harga Semen Rp800.000/Sak di Papua, Jokowi: Ini Alasan Kita Bangun Trans Papua!

Dedy Afrianto, Jurnalis
Jum'at 11 Agustus 2017 21:54 WIB
Jokowi saat kunjungi Trans Papua (Foto: biro pers Istana)
Share :

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengeluhkan harga semen di Papua masih sangat tinggi. Dirinya mengaku, kemahalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

"Harga semen masih mahal. Itu masih jadi PR kita, di Wamena masih Rp800.000 per sak. Kenapa kita bangun trans Papua itu supaya harga semen di sana minimal mirip. Ini namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya di Ji-Expo, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

 Baca juga: Presiden Cari Solusi agar Harga Semen di Papua Sama dengan di Jawa

Pembangunan Saat ini memang terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satu upaya untuk melakukan pembangunan adalah dengan memberikan dana desa pada setiap desa yang ada di Indonesia.

Apalagi dengan adanya dana desa. Terlihat pada awal diluncurkan, dana desa hanya dialokasikan sebesar Rp20 triliun. Dana desa ini ditingkatkan hingga menjadi Rp47 triliun dan kembali meningkat pada tahun ini sebesar Rp60 triliun.

Jokowi pun mengingatkan penggunaan dana desa ini dilakukan dengan hati-hati. Pengawasan harus dilakukan dengan ketat agar dana desa ini tidak disalahgunakan.

"Saya minta kita semua ikut awasi, kontrol agar uang ini tidak dikorupsi, diselewengkan, tidak hilang dan bisa perbaiki infrastruktur desa, bangun di desa, membantu pemberdayaan masyarakat desa," ungkap Jokowi.

Dana desa ini diharapkan dapat berdampak pada meratanya pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dengan pemanfaatan dana desa ini.

"Kalau tepat sasaran saya meyakini ini dongkrak perekonomian desa. Kalau ini enggak kelihatan, ikut diawasi, tahun ini setiap desa minimal dapat Rp800 juta. Jangan sampai diselewengkan aparat pemerintahan desa," tukasnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya