Kampanye Hitam Sawit RI di Eropa, Mendag: Ini Vulgar!

Trio Hamdani, Jurnalis
Rabu 23 Agustus 2017 16:13 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Komoditas kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) menjadi salah satu komoditas ekspor milik Indonesia yang berkontribusi besar bagi pemasukan negara. Sayangnya perjalannya tak selalu mulus.

Diketahui, Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi tentang Palm Oil and Deforestation of Rainforests yang dianggap sebagai black campaign untuk menghancurkan CPO yang berdampak terhadap seretnya ekspor CPO ke Eropa.

Baca Juga: Waduh, Bea Masuk CPO ke India Naik Jadi 15%

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menganggap, apa yang dilakukan oleh negara-negara Eropa itu bukan lagi disebut sebagai negatif campaign terhadap komoditas CPO. Lebih dari itu, sikap Eropa dinilai sebagai bentuk dari black campaign.

"Bukan lagi negative campaign, tapi black campaign, dan apa yang dilakukan sudah lebih vulgar dan terbuka," kata Enggar di kantornya, Jakarta (23/8/2017).

Meski Indonesia dihadapi tantangan mengenai itu, kata Mendag, Indonesia tidak perlu membalas dengan cara yang sama vulgarnya. Justru Indonesia harus menyikapi dengan elegan. "Kita tidak boleh membalas dengan vulgar lagi, tapi harus dengan lebih santun," paparnya.

Baca Juga: Wow! Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia ke Pakistan Capai USD1,6 Miliar

Ketimbang membalas dengan cara yang negatif, Enggar menyatakan bahwa Indonesia hanya perlu menunjukkan kualitas dari produk CPO yang dimiliki oleh Indonesia. Enggar percaya kualitas CPO Indonesia berada di level yang baik.

"Karena dalam teori marketing kita tidak boleh menuding orang, tapi kita harus tunjukkan produk kita sendiri. Itu yang saya sampaikan pada waktu di Rusia. Saya bilang, kita the biggest and we are the best," jelasnya.

Baca Juga: Cuma Turun 1 Perak, Harga CPO Dibanderol Rp7.278/Kg

Enggar juga menjelaskan bahwa Indonesia tidak akan mempertaruhkan nama baiknya di bidang CPO. Sebab Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir CPO terbesar di Dunia.

"Justru dengan kita terbesar, pasti kita akan pertahankan eksistensi kita, meningkatkan kualitas kita. Kita harus memberikan arah pembenarannya, sehingga mereka sadar," tandasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya