JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) yang jatuh pada tanggal 25 Agustus, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono menggelar upacara tabur bunga di makam Mohammad Hatta alias Bung Hatta.
Hal ini guna menghormati jasa dari Bung Hatta yang pada saat itu memimpin kongres perumahan yang diselenggarakan di Bandung.
Anak dari Mohammad Hatta yakni Meutia Hatta berharap momen Hapernas kali ini bisa membuat Kementerian PUPR sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam perumahan bisa lebih maju lagi. Program-programnya juga diharapkan bisa lebih berkembang lagi.
Baca Juga: Menteri PUPR: 72 Tahun Merdeka, Pangan Belum Terpenuhi apalagi Papan
Apalagi dalam hal mengantisipasi tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena pada era Bung Hatta dan saat ini zaman berkembang dengan cepat dan otomatis tantangannya pun berbeda.
"Kami berharap PUPR selalu maju dan berkembang pesat dengan program-programnya, termasuk mengamati tantangan baru yang terjadi di masyarakat yang mungkin dulu tidak dialami, barang kali di sini ada yang dianggap sepele tapi menurut saya penting," ujarnya saat di temui di makam Bung Hatta TPU Tanah Kusir , Jakarta, Jumat (25/8/2017).
Baca Juga: Cerita soal Bung Hatta, Meutia: Sejak di Belanda Dia Selalu Berpikir Kerakyatan
Misalnya lanjut Meutia, PUPR bisa memulai program untuk lebih memperhatikan dan mendorong kebiasaan masyarakat untuk merawat rumahnya. Karena kesadaran merawat murah oleh masyarakat saat ini masih sangat minim sekali.
"Bagaimana PUPR mendorong kebiasaan budaya masyarakat yang belum suka merawat rumah, sudah dapat rumah tapi tidak dirawat," jelasnya.
Banyak di antara mereka jika merawat murah membutuhkan biaya yang sangat besar alias mahal. Padahal untuk merawat rumah agar tetap asri tidak perlu uang banyak cukup dari niat dan kesadaran dari masing-masing individu itu sendiri.
"Barang kali alasannya mahal tapi sebetulnya tidak mahal misalnya lingkungan yang bersih asri dan semarak tanaman hias yang disebar bibitnya saja bunga-bunga itu banyak," kata Meutia
Baca Juga: Dukung Sejuta Rumah, Izin Pembangunan Harus Dipercepat
Dirinya pun mencontohkan pemandangan rumah di Jakarta yang notabene sudah padat. Untuk itu, harus ada tanaman bunga biar menambah ketenangan.
"Saya memperhatikan kesehatan mental, membuat tenang, membuat suasana rumah kalau rumah-rumah orang Jakarta yang padat ini dipenuhi bunga murah meriah saya kira itu akan baik. Barangkali PUPR yang menangani perumahan rakyat bisa mendorong itu. Kelihatannya sepele memang, tapi saya kira baik sekali itu. Jadi juga menambah rasa bahagia memiliki rumah," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)