Hebat! Indonesia Bakal Pasok LNG ke Bangladesh

Giri Hartomo, Jurnalis
Jum'at 15 September 2017 13:20 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintaah Indonesia bersama Pemerintah Bangladesh hari ini melakukan kerjasama di bidang energi. Kerjasama ini meliputi kemungkinan pasokan LNG spot dari Indonesia dan menegaskan kesediaan Indonesia untuk memfasilitasi diskusi dengan produsen dan pemasar LNG Indonesia.

Kerjasama tersebut tertuang melalui penandatanganan nota kesepamahaman yang dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) Indonesia Ignasious Jonan dengan Menteri Ketengalistrikan, Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Bangladesh Nasrul Hamid di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Menteri ESDM Ignasious Jonan mengatakan, penandatanganan MoU ini menegaskan keinginan, kesiapan dan kesediaan Banglades untuk berdiskusi lebih lanjut terkait pembangunan fasilitas penerimaan dan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG) di Republik Rakyat Bangladesh.

"Nita kesepemahaman ini dilandasi hubungan baik antara Indonesia dan Bangladesh untuk melakukan kerjasama di bidang energi. Ini merupakan salah satu kerjasama pertama antara Pertamina dan badan usaha negara lain untuk pengadaan LNG," ujar Jonan dalam sambutanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Menurut Jonan, melalui MoU ini juga diharapakan bisa membuka perdagangan dan kerjasama lainya antara Indonesia dengan Bangladesh. Khususnya dalam kerjasama perdagangan di bidang energi.

"Ini juga merupakan pembukaan mata untuk hubungan yang lebih besar dan lebih dekat di sektor bisnis untuk Bangladesh dan Indonesia. Hari ini untuk Pertamina dan Petrobangka, selanjutnya mungkin untuk perusahaan-perusahaan lain yang bisa mendukung suplay LNG untuk Bangladesh," jelasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Ketengalistrikan, Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Bangladesh Nasrul Hamid mengatakan dirinya sangat senang atas kerjasama yang dilakukan pada pagi hari ini. Menurutnya, MoU ini untuk memfasilitasi kerangka perdagangan LNG antara Indonesia dengan Bangladesh.

"Saya senang berdiri di sini hari ini apalagi Indonesia erupakan salah satu negara muslim pertama yang mengenal Bangladesh. Sebuah MoU untuk memfasilitasi kerangka kerja perdagangan LNG antara Indonesia dan Bangladesh," ujarnya.

Menurut Nasrul, MoU ini juga membuka kesempatan bagi Pertanian untuk selanjutnya membangun fasilitas penerimaan LNG. Yang terdiri dari floating Storage and Regasification Unit (FSRU), mooring dan infrastruktur off-loading, sub-sea dan pipa gas onshore ke grid gas alam. "Saat ini kami merencanakan kesepakatan pertama 1.000 mmscdf melalu fsru," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Dirjen Migas Kementerian ESDM menyampaikan di Indonesia masih banyak kargo LNG yang belum terserap, dan kargo gas yang tidak terserap ini memiliki tren yang terus meningkat.

Pada 2014 ada 22 kargo, rinciannya 16 kargo diekspor dan sisanya untuk domestik. Setahun kemudian membengkak jadi 66 kargo, rinciannya 60 kargo diekspor dan 6 kargo untuk dalam negeri. Tahun lalu juga ada 66,6 kargo tidak terserap, rinciannya 43 kargo diekspor dan 23,6 kargo untuk dalam negeri.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya