JAKARTA - Tidak semua pengusaha mendapatkan kesuksesannya dari warisan. Banyak pengusaha yang harus berjuang membuat kerajaan bisnisnya dari bawah, lantara dia berasal dari keluarga yang tidak mampu.
Salah satu nama yang mengukir sejarah adalah Lu Guanqiu, yang telah menjadi seorang pengusaha terkaya di Provinsi Zhejiang di China. Padahal, pada usia 15 tahun dia putus sekolah, dan menjadi tukang besi.
Lahir dari keluarga petani pada 1945, Lu bergabung dengan sebuah perusahaan logam milik negara pada usia 15 tahun. Kemudian, dia memulai pabrik tepung terigu di desanya, dan kemudian menyulap pabrik tersebut menjadi bengkel untuk sepeda.
Dia mengumpulkan uang bersama 6 petani lainnya pada 1969 dan mendirikan bengkel traktor di lingkungannya. Dia menamakan bengkel tersebut Wanxiang, nama gabungan yang berasal dari China dan universal, dan menjadi poros penggerak di pabriknya.
Lu pun berhasil mengamankan persediaan untuk pabrik tersebut dengan memenangkan lelang dengan bos sebuah pabrik baja lokal. Ada cerita unik saat dia memenangkan lelang tersebut, di mana dia harus berhenti merokok selama tiga hari sebelum bertemu dengan bos tersebut. Akibatnya, dia pun berhenti merokok sejak saat itu.
Dia memulai dengan dana sebesar USD500, sekarang perusahaannya memiliki modal sekira 10 miliar yuan, 40.000 karyawan, laboratorium di negara bagian, pusat teknologi kelas tinggi, dan stasiun kerja dokumenter untuk penelitian ilmiah.
Wanxiang juga mengelola produsen benih dan pupuk, Hebei Chengde LoLo Co (pembuat minuman), dan Shunfa Hengye Corporation (sebuah real estat), Wanxiang Qianchao Co sebuah produsen onderdil mobil.
Perusahaannya juga memegang 3,7% saham di Guangzhou Automobile Group Co, Toyota Motor Corp., Fiat SpA dan Honda Motor Co. Lu memang tidak menyelesaikan sekolah menengah atas, namun saat ini merupakan salah satu pengusaha paling sukses di China.
(Martin Bagya Kertiyasa)