Kota Tangerang Akan Dikelilingi Jalur Transportasi, Mulai dari Jalan Tol hingga Kereta Bandara

Koran SINDO, Jurnalis
Selasa 31 Oktober 2017 14:44 WIB
Ilustrasi: (Foto: Antara)
Share :

TANGERANG - Kota Tangerang sebagai daerah lintasan akan dikelilingi oleh jalur transportasi mulai dari Tol Kunciran- Bandara Soekarno Hatta (Soetta) hingga rel kereta api (KA) Bandara Soetta.

Konsep pembangunan ini sesuai blueprint kota aerotropolis atau penerbangan yang diusung kota bertajuk seribu industri dan sejuta jasa yang menjadikan Bandara Soetta sebagai model pembangunannya. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Said Endrawiyanto mengatakan, progres dari pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soetta masih tahap pembebasan lahan.

“Progresnya sedang tahap pembebasan lahan. Karena di Kota Tangerang terkait dengan tol harus kami sinkronkan dengan tiga jalur transportasi,” kata Said.

Baca Juga: Mantap, Senegal Ingin Bangun Sister-City dengan Indonesia

Pertama terkait dengan jalur lintasan KA Bandara Soetta; kedua , jalur Light Rail Transit (LRT) KA Bandara Soetta; dan ketiga, jalur KA Bandara Soetta nontol. Jalur itu butuh koordinasi dari pemerintah pusat. “Ada beberapa lahan di Kota Tangerang yang jika di trase lajur tol dan kereta api itu berhimpit sehingga harus kami selesaikan pembebasannya agar masyarakat tidak dirugikan atau terisolasi,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya meminta agar dibuat spot yang pembebasan lahannya nanti dibayar PT KAI dan pihak tol. Saat ini usulan tersebut sudah diterima dan tinggal menunggu eksekusi dari warganya. “Kalau bidang tanah yang dibebaskan baru 10%-20%. Totalnya ada dua bidang. Yang pertama di sekitar Benda, itu sudah dibebaskan. Yang kedua di Kunciran, itu juga sudah kami bebaskan,” katanya. Untuk wilayah yang belum dibebaskan, Said mengaku tidak terlalu khawatir. Sebab lahan itu banyak berada di kawasan pengembang dan lahannya sudah ada sehingga tinggal pembayarannya saja.

“Semua biaya pembebasannya ada di pemerintah pusat. Pembebasan secara keseluruhan itu hampir Rp2-3 triliun untuk pembebasan lahannya saja. Target 2018 diharapkan semuanya sudah selesai,” ungkapnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Tangerang Dadi Budaeri menambahkan, pembangunan Tol Bandara Soetta ada dua ruas dan pembebasan lahannya memakai dana dari APBN senilai Rp2-3 triliun. “Dari kebutuhan Rp3 triliun, pemerintah pusat hanya mengalokasikan sekitar Rp500-600 miliar. Kami sudah menyurati pihak kementerian dan Presiden supaya dijadikan skala prioritas,” ujarnya.

Said mengatakan, antara Benteng Betawi sampai dengan Jalan Daan Mogot akan ada elevated . Sedikitnya ada tiga elevated yang dibangun. Kedua di dekat bandara dan ketiga yang menyeberang tol. “Kalau tidak ada elevated akan menabrak kereta. Itu tol, di beberapa spot dia ke atas. Ada tiga spot yang dibangun elevated . Nanti Kota Tangerang, kota yang selalu terbelah jalur transportasi,” ujarnya. Apalagi jika LRT dari kota ke Bandara Soetta dan dari Rawa Buntu ke Bandara Soetta sudah terbangun. Akses transportasi di kota ini akan terlihat semakin rumit dan tertata dengan rapi.

Baca Juga: Makin Padat, Jawa Bakal Jadi Pulau Kota di 2035

“Untuk kereta bandara sudah selesai, tinggal fisiknya saja. Tetapi, ada yang ingin saya sampaikan kepada pemerintah pusat tentang perlunya lintasan kereta sebidang untuk mengurai kemacetan,” katanya. Seperti di Jalan Maulana Hasanudin misalnya, jika kereta bandara lewat 10 menit sekali dan tidak ada lintasan sebidang, maka di kawasan itu akan menjadi titik kemacetan baru yang stagnan. “Selain di Jalan Maulana Hasanudin di wilayah Benda, tepatnya di Jalan Husen Sastranegara, dan di wilayah perbatasan Cengkareng, juga perlu dibuatkan lintasan-lintasan sebidang lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar dibuatkan feeder-feeder bus untuk penumpang KA Bandara Soetta. Apalagi saat ini Terminal Poris Plawad sudah menjadi tipe A yang dikelola oleh pusat. “Terminal Poris Plawad sudah menjadi milik pusat sehingga segera diberikan angkutan umum massal yang memadai. Karena jika tidak, tidak akan efektif. Terminal saat ini belum ditata,” kata Said. Untuk pengelolaan Terminal Poris, pihaknya siap menghibahkan 2 hektare bidang tanah di kawasan itu agar terminal tersebut bisa berjalan efektif serta menjadi terminal transmoda.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya