JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang memprioritaskan pemulihan fungsi 15 danau kritis di Indonesia. Salah satunya adalah Danau Tondano yang mengalami proses pendangkalan akibat pertumbuhan eceng gondok dan sedimentasi.
“Revitalisasi Danau Tondano untuk mengembalikan fungsi alaminya sebagai tampungan air, termasuk penataan kawasan kita akan keruk sedimen dan bersihkan eceng gondok, seperti halnya di Danau Rawapening, Danau Limboto, dan Danau Toba,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari Twitter Kementerian PUPR, Jumat (17/22/2017).
Kegiatan revitalisasi Danau Tondano, antara lain pengerukan danau, pembuatan tanggul pembatas badan air danau, pengendalian gulma air dengan pembersihan eceng gondok secara rutin, serta penetapan zona sempadan danau.
Baca Juga: Dukung Potensi Wisata Daerah, Kementerian PUPR Lebarkan Akses Jalan
Selain membangun tanggul, pembersihan secara bertahap pada eceng gondok yang menggenangi Danau Tondano. Sebagai langkah awal Ditjen Sumber Daya Alam akan mengirimkan dua alat harvester berky untuk mengangkat eceng gondok.
“Pembangunan tanggul bertujuan mencegah terjadinya alih fungsi dan okupasi lahan di kawasan tepi danau. Meskipun masyarakat kawasan Danau Tondano sesungguhnya sudah memiliki kesadaran tidak melakukan okupasi pada sempadan danau,” ungkap Direktur Jenderal Sumber Daya Alam PUPR Imam Santoso.
Baca Juga: Wah, Kementerian PUPR Alokasikan Rp650 Miliar untuk Program Hibah Air Minum
Selain revitalisasi Danau Tondano, Kementerian PUPR juga tengah melakukan normalisasi Sungai Tondano sepanjang 1.700 meter yang terbagi menjadi dua paket pekerjaan, antara lain paket pertama (6A) sepanjang 800 meter, dan paket kedua (6B) sepanjang 900 meter.
Kedua paket itu mulai terlaksana sejak Maret 2016 dan target selesai pada 30 September 2018 sesuai kontrak dengan progress masing-masing sebesar 42,64% dan 43,97%. Normalisasi Sungai Tondano ini bertujuan untuk menambah kapasitas sungai yang sebelumnya lebarnya hanya 10-15 meter menjadi 30 meter sehingga dapat menampung debit 450 meter kubik/detik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)