JAKARTA - Dunia penerbangan di Indonesia mendapatkan pencapaian yang baik dalam Audit keselamatan Penerbangan Internasional yang jauh di rata-rata. Pasalnya nilai efektivitas implementasi Indonesia dalam penerbangan mencapai 81% dari sebelumnya hanya sekitar 50%.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat ini peringkat Indonesia dalam keselamatan penerbangan Internasional sudah sangat baik yakni dari peringkat 151 ke peringkat 55.
"Selamat bagi teman-teman aviasi penerbangan di RI yang mencapai suatu lompatan rangking 151 ke 55 dengan nilai dari 50% menjadi 81%. Satu yang tak terbayangkan tapi kita mampu melakukan itu," ungkapnya di Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (21/11/2017).
Baca Juga: Penerbangan Perintis Telah Dibuka ke 12 Daerah Papua, dari Mimika hingga Jayawijaya
Menurut Menhub, hal ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Oleh karenan capaian ini sudah sangat baik dan peringkat 55 ini sudah melebihi target pemerintah.
"Dunia penerbangan Indonesia mampu bersaing dengan tingkat safety yang jauh lebih baik di atas rata-rata. Kita ucapkan terimakasih pada semua stakeholder karena tidak mungkin ini terlaksana tanpa dukungan dari stakeholder bandara, airlane, imigrasi dan Basarnas. Spirit ini jadi modal bagi kita untuk Indonesia yang membanggakan," jelasnya.
Sementara itu, Menhub juga mengingatkan secara terus menerus kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk terus menjaga capaian ini. Dia mengharapkan, agar pihak perhubungan udara terus memonitor pelaksanaan untuk meningkatkan kemampuan seperti capaian saat ini.
"Dengan tingkat safety seperti ini kita layak untuk di singgahi oleh maskapai lain dengan negara-negara di dunia dan oleh karena itu saya ajak terutama teman-teman di airline manfaatkan ini," paparnya.
Baca Juga: Kembangkan Sistem Navigasi Penerbangan Digital, Indonesia Gandeng Swedia
Selain itu, juga berharap dengan capaian ini maka nantinya negara seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS) bisa membuka penerbangan bagi Indonesia. Dengan begitu maka seluruh maskapai penerbangan RI bisa masuk ke negara tersebut. Pasalnya saat ini baru beberapa maskapai yang bisa masuk ke negara tesebut.
"Katakan Eropa kita buka semua banned-nya. AS juga demikian dan dengan juga meningkatkan kapasitas kita di dunia maka dengan sendirinya peluang peningkatan ekonomi dan turis meningkat pesat," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)