Baca juga: Amerika Klaim Yerusalem Ibu Kota Israel, Bagaimana Kondisi Ekonomi Palestina?
Kinerja perdagangan Palestina juga tampaknya sulit untuk berkembang. Ekspor diperkirakan akan tetap stagnan, berkisar 17-18% dalam jangka waktu menengah. Sementara porsi impornya mencapai 55%. Akibatnya, defisit transaksi perdangannya diproyeksi bisa mencapai 13% dari PDB pada tahun-tahun mendatang.
Sebagai informasi, di kuartal pertama 2017, pertumbuhan ekonomi Palestina turun menjadi 0,7% pada kuartal pertama 2017. Pada 2015-2016, Palestina mencatatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 3,4%.
Baca juga: World Bank Ingatkan Israel soal Pembatasan Ekonomi Palestina
Kondisi perekonomian negara ini terus menurun akibat dampak dari rekonstruksi pasca-perang dan turunnya konsumsi rumah tangga.
(Fakhri Rezy)