JAKARTA - Setiap orang akan memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengelola keuangannya, termasuk Anda juga. Hal ini akan dipengaruhi oleh berbagai kebijakan yang diterapkan di dalam keuangan itu sendiri, mengingat masing-masing orang tentu akan memiliki skala prioritas yang berbeda-beda juga. Berbagai kebijakan ini akan membantu dalam mengelola keuangan dengan lebih tepat, di mana berbagai pos yang terdapat di dalam keuangan bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Dana darurat menjadi salah satu pos yang wajib diadakan di dalam keuangan, sebab dana ini sangat penting dan akan menjadi sumber dana di saat-saat yang tidak terduga. Meski telah memiliki anggaran keuangan yang tepat, namun akan ada kondisi tertentu di mana Anda membutuhkan sejumlah dana di luar anggaran, bukan?
Apa itu Dana Darurat dan juga Fungsinya di Dalam Keuangan?
Dana darurat merupakan sejumlah dana yang diadakan/disediakan dalam keuangan, di mana dana ini secara khusus digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi tak terduga dalam kehidupan. Artinya, dana ini hanya akan Anda gunakan saat menghadapi hal-hal darurat yang tidak bisa diatasi dengan keuangan secara normal (sesuai anggaran tetap).
Dengan penjelasan di atas, jelas dana darurat menjadi dana yang hanya digunakan pada saat tertentu saja dan belum bisa diprediksi kapan dana tersebut akan digunakan. Namun meski demikian, pengadaan dana ini di dalam keuangan menjadi sangat penting, sebab berbagai kondisi darurat tersebut bisa saja terjadi setiap saat. Pengadaan dana darurat ini dibutuhkan utuk mengatasi berbagai kondisi, seperti: biaya hidup selama mencari pekerjaan baru (setelah PHK), biaya pengobatan, biaya perbaikan rumah akibat musibah (banjir, kebakaran), biaya perawatan pasca kecelakaan, serta kondisi darurat lainnya.
Bagaimana Penempatan Dana Darurat di Dalam Keuangan?
Berbeda dengan dana rutin yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dana darurat hanya akan Anda gunakan di saat-saat tertentu saja. Artinya, dana ini tidak perlu disimpan dalam bentuk dana tunai di dalam keuangan. Akan sangat tepat jika memisahkan dana darurat ini dalam rekening khusus yang terpisah, agar tidak tercampur dengan dana lainnya di dalam keuangan.
Selain dalam bentuk tabungan jangka pendek yang bersifat fleksibel, Anda juga bisa menempatkan dana darurat ini di dalam instrumen lainnya yang Anda anggap tepat. Pastikan memilih instrumen investasi yang minim resiko dan mudah dicairkan, sebab dana darurat haruslah likuid dan mudah diuangkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kedua pertimbangan di atas, wajib Anda penuhi saat akan menempatkan dana darurat dalam bentuk investasi.