9 Fakta Kereta Commuter Line dari Cetak Rekor Penumpang Tertinggi hingga Kucuran Dana Jepang

Anisa Anindita, Jurnalis
Kamis 04 Januari 2018 14:18 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai pengelola Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line kian diminiati masyarakat urban. Buktinya setiap tahun pengguna Commuter Line terus bertambah dan dibarengi dengan modernisasi ticketing serta fasilitas stasiun.

KCI pun terus memperluas wilayah operasional. Kini ular baja tersebut langsung ke Rangkas Bitung dan Cikarang. Berikut ini beberapa fakta mengenai Kereta Rel Listrik Commuter Line.

1. Berganti Nama karena Penambahan Rute

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) berganti namanya menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Direktur Utama KCI Muhammad Nurul Fadhila mengatakan bahwa pergantian nama ini dikarenakan pihaknya sudah memperluas cakupan wilayah. Sehingga saat ini tidak hanya melayani masyarakat pengguna transportasi massal kereta di daerah Jabodetabek. “Dari KCJ jadi KCI memang saat ini kita sudah tidak bisa lagi pertahankan nama Jabodetabek-nya. Karena kami sudah sampai Rangkas Bitung dan kami sudah sampai Cikarang,” ungkapnya di Stasiun Juanda, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

2. Double Track Manggarai-Cikarang Selesai Tahun Depan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sedang menunggu proyek Double-Double Track (DTT) Manggarai-Cikarang selesai dikerjakan. Adapun dengan proyek ini, maka waktu kedatangan kereta tidak akan terhambat lagi karena antrean masuk di Stasiun Manggarai. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama KCI Muhammad Nurul Fadhila bahwa pekerjaan proyek ini dilakukan oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PKJA), dan saat ini tengah menunggu proses pengerjaannya selesai.

3. Banyak Keluhan Masalah Waktu

Direktur Keuangan PT KAI, Didik Hartantyo mengatakan bahwa memang tantangan terbesar yang masih dimiliki oleh semua angkutan massal, khususnya KRL adalah ketepatan waktu. Sehingga banyak masyarakat yang masih mengeluhkan dengan kendala itu, maka keluhan ini harus menjadi perhatian khusus bagi KCI. “Ketepatan waktu masih menjadi tantangan. Penyelesaian sarana Double-Double Track Manggarai dan jalur Cikarang akan menjadi perhatian,” ungkap Didik.

4. Kerjasama dengan JICA

Pemerintah membangun Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Bekasi-Cikarang bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Untuk itu, Pemerintah Jepang juga turut menyambut baik peresmian lintasan kereta api. Pasalnya, Jepang melihat perlintasan jalur ini dapat mendukung proyek kereta semi cepat Jakarta- Surabaya. Sebab, proyek kereta semi cepat tersebut akan melewati jalur lintas utara Jawa. Hal itu disampaikan oleh Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei dalam acara peresmian Stasiun Bekasi Timur dan lintas Bekasi-Cikarang, Bekasi, Sabtu (7/10/2017). “Jalur perlintasan Jakarta-Surabaya itu kira-kira sepanjang 739 kilometer. Proyek KRL ini sangat penting untuk dukung proyek kereta semi cepat,” ungkap Kozo.

5. Cikarang-Jakarta Hanya 1 Jam

Menurut Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Hensei dengan adanya perlintasan Jakarta-Cikarang atau sebaliknya, maka akan meningkatkan mobilitas masyarakat Cikarang ke Jakarta Kota. Sebab dengan jalur itu, jarak tempuh Cikarang-Jakarta hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam menggunakan kereta api. “Kami sangat senang peresmian stasiun dan pengoperasian KRL menggunakan dana Jepang. Dengan danai proyek elektrifikasi Bekasi-Cikarang, memungkinkan waktu tempuh Jakarta-Cikarang kurang lebih 1 jam,” ucap Kozo.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya