Nego Saham Freeport, Pemerintah Tunjuk Morgan Stanley

Ulfa Arieza, Jurnalis
Kamis 25 Januari 2018 22:11 WIB
Ilustrasi Tambang Freeport. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Pemerintah masih melanjutkan proses akuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia dengan pihak Freeport Mc Moran. Pasalnya divestasi saham tersebut merupakan tujuan utama dari perundingan dengan Freeport.

Langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah dengan segera mengakuisisi hak partisipasi perusahaaan tambang asal Inggris-Australia, Rio Tinto. Pasalnya, Rio Tinto memiliki hak partisipasi di Freeport Indonesia sebesar 40%.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan, untuk melakukan tawar menawar valuasi saham Freeport Indonesia, pemerintah telah menunjuk konsultan independen, yaitu Morgan Stanley. Penunjukan ini di bawah komando Kementerian Keuangan.

"Saya kira tim Kementerian Keuangan, Inalum dan sebagainya, menunjuk pihak independen yang bisa diterima bersama untuk melakukan due diligence, kalau tidak salah Morgan Stanley," ujar Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis l(25/1/2018).

Baca Juga: Pembelian Saham Rio Tinto Diklaim Jadi Cara Masuk ke Freeport

"Supaya kita bisa tahu 40% kira-kira ini nilainya berapa. Di samping itu ini akan digunakan untuk negosiasi mengambil sisanya dari Freeport Mc Moran. Kalau kita mau tabrak langsung beli, pasti harganya mahal," imbuh dia.

Untuk diketahui, Morgan Stanley adalah konsultan keuangan independen berbasis di Amerika Serikat yang telah memiliki banyak cabang di berbagai negara di Amerika, Asia Pasifik, Eropa, Asia Tengah hingga Afrika, termasuk Indonesia.

Morgan Stanley telah diikutkan dalam negosiasi valuasi hak partisipasi Rio Tinto. Apabila negosiasi Rio Tinto berhasil, maka 40% saham tersebut akan segera dikonversi menjadi saham.

"Di dalam diskusi kesepakatan kami tertulis dengan Freeport Mc Moran bahwa kita akan ambil ini dan akan langsung dikonversi jadi saham di tahun yang sama. Kalau dapatnya tahun ini misalnya bulan depan kita langsung konversi jadi saham 40%," ujar dia.

Baca Juga: Freeport Indonesia Non-Aktifkan BPJS Kesehatan Karyawannya

Menurut Jonan, untuk valuasi hak partisipasi Rio Tinto secara hitungan kasar adalah sebesar USD3,2 miliar atau setara dengan Rp43,2 triliun. Hitungan tersebut mengacu kepada nilai kapitalisasi pasar Freeport Mc Moran yang tercata di New York Stock Exchange (NYSE) sevesar USD20 miliar.

Sementara Freeport Indonesia memiliki kontribusi sekitar 40% dari total tersebut. Jonan menargetkan proses divestasi 51% saham Freeport Indonesia selesai pada Juni tahun ini.

"Jadinya valuenya PTFI kalau dihitung straight mungkin USD8 miliar. Jadi kalau 40% sebesar kira-kira USD 3,2 miliar. Kalau kami itu maunya bisa lebh kompetitif dari itu," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya