JAKARTA – Perusahaan asal Jepang, Fujifilm bakal mengakuisisi Xerox dengan nilai USD6,1 miliar. Xerox sendiri perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang bergerak di sektor percetakan dan fotokopi.
Melalui restrukturisasi dan refomasi-reformasi lainnya, kedua perusahaan itu berharap bisa menghemat USD1,7 miliar per tahun menjelang tahun 2022.
Xerox melaporkan kerugian bersih sebesar USD196 juta pada kuartal IV-2017, terutama karena besarnya biaya sekali produksi mencapai USD400 juta dan juga karena adanya perubahan undang-undang perpajakan AS. Namun di sisi lain juga mengalami penurunan permintaan untuk pencetakan kantor.
"Ini adalah keputusan yang cepat, tapi saya yakin itu yang kreatif. Struktur baru akan memanfaatkan kekuatan ketiga perusahaan kami," kata CEO Fujifilm Komori seperti dilansir CNBC.
Baca juga: Fujifilm Targetkan Pertumbuhan 20% pada 2017
Nantinya, Xerox akan bergabung menjadi perusahaan patungan untuk memangkas pengeluaran di tengah menurunnya permintaan untuk percetakan kantor. Kesepakatan akuisisi diperkirakan akan selesai pada Juli atau Agustus tahun ini.
Pernyataan bersama kedua perusahaan itu menyebutkan, Fujifilm Holdings akan mengambil alih 50,1% saham perusahaan gabungan Fujifilm dan Xerox yang baru dibentuk itu, yang diberi nama New Fuji Xerox.
Sesuai kesepakatan, Jeff Jacobson, Presiden dan CEO Xerox selama ini, akan menjadi CEO New Fuji Xerox. Perusahaan baru ini akan tetap berkantor pusat di Amerika dan Jepang.
(Dani Jumadil Akhir)