"Pembangunan Bandara Bali Utara bisa diintegrasikan dengan pelabuhan yang erat kaitannya dengan logistik, jadi truk-truk bisa dialihkan lewat utara dan volume jalan di selatan Bali bisa terurai," jelasnya.
Baca Juga: Anggaran Pembangunan Bandara Bali Utara Capai Rp6,3 Triliun
Bambang juga menilai pembangunan Bandara Bali Utara lebih realistis dibandingkan melakukan perluasan Bandara Ngurah Rai. Sebab di selatan Bali, terdapat garis patahan Asia-Australia yang sewaktu-waktu mengguncang dan merusak sarana dan prasarana bandara.
"Ada tiga patahan di Jawa Bali, dan salah satu yang terbesar itu di selatan Bali. Maka waktu itu saya usulkan ke Kemenhub dan Angkasa Pura I untuk membangun bandara di utara, yang direncanakan di Buleleng," ucapnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)