JAKARTA - PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Ngurah Rai menegaskan akan melakukan reklamasi untuk keperluan perluasan area apron. Nantinya, lahan reklamasi akan digunakan untuk buffer zone atau zona penyangga.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk persiapan menyambut event internasional Annual Meeting IMF-Word Bank 2018 yang digelar di Bali.
Sekretaris Perusahaan AP I Isrwadi menjelaskan, perluasan apron pada sisi barat bandara seluas 43.000 meter persegi serta apron sebelah timur seluas 40.000 meter persegi, sehingga totalnya 83.000 meter persegi. Akan tetapi, Israwadi belum dapat menyebutkan kebutuhan luas reklamasi yang akan digunakan sebagai buffer zone.
"8 hektare itu untuk apron. Nanti sisanya sekitar dibangun untuk buffer zone. Kan nggak bisa langsung (berbatasan dengan laut)," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa (3/4/2018).
Baca Juga: Bandara Bali Utara Baru Dibangun setelah Ngurah-Rai Penuh
Rencana reklamasi tersebut masih diperbincangkan dengan Kementerian terkait antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Targetnya, revitalisasi Bandara Ngurah Rai dapat diselesaikan pada September 2018. "Kita harapkan September selesai karena kita ada proses verifikasi," ujarnya.
Selain penambahan apron, AP I juga akan meningkatkan fasilitas sisi udara lainnya seperti rapid exit taxy way dan penambahan parking stand atau parkir pesawat sebanyak 11 unit. Sebab, dipastikan selama penyelenggaraan IMF-WB 2018 berlangsung terjadi lonjakan penerbangan yang signifikan.
Belum lagi, agenda tahunan tersebut akan dihadiri oleh 23 pemimpin negara sehingga dipastikan pesawat yang datang adalah pesawat body besar.
"Kan nanti pada acara IMF-WB ada 17.000 delegasi yang datang, nah itu yang perlu ditingkatkan karena harinya bersamaan. Sekarang sih masih cukup, kapasitas penumpang tahunan 25 juta orang," ujarnya.
Saat ini pembangunan apron timur sudah mencapai 10%. Adapun total investasi yang dikeluarkan API I untuk kebutuhan revitalisasi Bandara Ngurah Rai sebesar kurang lebih Rp2,1 triliun.
(Martin Bagya Kertiyasa)