JAKARTA - Industri 4.0 atau indusri berbasi robot diproyeksikan akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja di seluruh dunia hingga 2030. Pasalnya, seluruh pekerjaan akan digantikan atau diambil alih oleh robot.
Meski demikian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghimbau masyarakat dan pelaku industri untuk tidak khawatir terhadap perubahan industri yang dampaknya akan 3.000 kali, kecepatan perubahan akan 10 kali lebih cepat dan dampaknya 300 kali lebih luas.
Baca juga: Di Hadapan Presiden Jokowi, Menperin Jelaskan soal Revolusi Indusri 4.0
"Karena diambil oleh robot. Kalau pesimis-pesimis itu saya enggak percaya. Bapak dan Ibu sekalian itu bahwa revolusi industri akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan pekerjaan baru dibandingkan jumlah lapangan kerja yang hilang," tuturnya, dalam peluncuran Making Indonesia 4.0, di JCC, Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Kepala Negara percaya revolusi industri 4.0 justru membuat banyak lapangan kerja baru. Artinya revolusi industri ini sebuah peluang besar, asalkan kita bisa mempersiapakan dan merencakanan perubahan industri ini.
Baca juga: Menko Darmin Bentuk Komite Khusus Kawal Revolusi Industri 4.0
"Apakah revolusi industri ini jadi ancaman? Menurut saya jawabannya iya dan tidak. Bisa aja tidak bisa aja iya. Tergantung kita," tuturnya.