JAKARTA - Sejak mengumumkan resmi mengakuisisi perusahaan kompetitornya, Uber, pada 26 Maret lalu. Grab Indonesia pun membuka migrasi pengemudi dari Uber.
Migrasi bukan sekedar pemindahan dari aplikator satu ke aplikator lainnya. Pengemudi ojek online dari Uber tetap harus mendaftar ulang untuk menjadi bagian dari GrabBike.
Setidaknya terdapat beberapa tahapan bagi pengemudi, mulai dari kelengkapan dan keakurasian data saat registrasi, pengecekan motor, kemudian melakukan uji praktik berkendara aman, dan pelatihan penggunaan aplikasi hingga mendapatkan atribut untuk beroperasi.
Namun, tidak semua pengemudi bisa lulus menjadi bagian dari Grab. Pasalnya, dalam praktik berkendara aman, tiap pengemudi diharuskan melewati lima rintangan layaknya uji tes SIM. Berbedanya, dalam tes ini pengemudi harus melewati rintangan dengan membawa seorang penumpang.
Baca Juga : Akuisisi Uber oleh Grab Bisa Tingkatkan Jumlah Pengangguran
Head of Quality Control and Training GrabBike Indonesia Elang Merayu Sukma mengatakan, dalam tes tersebut pengemudi diberi dua kali kesempatan untuk melalui rintangan.
"Kita lihat keseimbangan beliau, apa driver bisa jaga keseimbang dengan baik dan stabil. Itu juga kita tes dengan adanya penumpang," jelasnya di Gor Bendungan Hilir (Benhil), lokasi pendaftaran mitra Grab di Jakarta, Jumat (6/4/2018).
Bila dalam dua kali percobaan tak berhasil, pengemudi dipastikan tak lolos untuk menjadi mitra Grab. "Memang ada kemungkinan gagal. Kebanyakan gagal dirintangan angka 8 sama zigzag, kakinya kebanyakan turun. Yang gagal ga bisa lanjut ke proses selanjutnya (pelatihan aplikasi) harus ulang lagi prosesnya dari awal," tambahnya.
Menurut Elang, hal ini untuk memastikan perusahaan tranportasi online itu memiliki mitra yang memang mampu berkendara baik. Oleh sebab itu, motor pengemudi pun dipatok berusia paling tua sembilan tahun.
"Jadi kita juga cek kendaraannya, terutama bagian lampu dan ban. Motornya maksimal 9 tahun, jadi di bawah 2009 kita tidak bisa," ujarnya.
Baca Juga : KPPU Minta Grab Lapor Aset Gabungan dan Tujuan Akuisisi Uber
Pada kesempatan yang sama, Head of GrabBike Indonesia Richard Aditya mengatakan, meski sejak tanggal 8 April 2018 nanti aplikasi Uber akan hilang, namun pendaftaran khusus bagi pengemudi Uber masih terus diberlakukan hingga 13 April 2018 mendatang.
"Kita huka sampai Jumat depan khusus untuk Uber. Selebih lewat tanggal itu, kita buka pendaftaran seperti biasa, untuk umum (tidak khusus uber saja)," jelasnya dalam kesempatan yang sama.
Adapun terdapat 5 titik pendaftaran yang dibuka oleh Grab di wilayah Jabodetabek. Kelimanya yaitu GOR Benhil, Taman Wiladatika, Cibubur, kemudian di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, dan Tulip Square, Sawangan, serta Cikarang.
Pendaftaran di Gor Benhil sendiri, kata Richard, rata-rat tiap harinya mencapai 300 pengemudi. "Sejak 26 Maret kita buka, kita rata-rata tiap harinya sekitar 300 pengemudi dari Uber," sebutnya.
(feb)