SOLO – Proyek kereta Bandara Adi Soemarmo Solo terus dikebut agar selesai akhir tahun ini. Hingga saat ini, progres pembangunan stasiun kereta bandara telah mencapai 46%.
General Manager Bandara Adi Soemarmo Solo Abdullah Usman mengatakan, stasiun di bandara nantinya dibuat dua lantai. Pengerjaan lantai satu saat ini telah selesai dan naik ke lantai dua yang akan difungsikan untuk naik turun penumpang dari kereta.
“Jika ingin melanjutkan perjalanan udara, penumpang tinggal masuk ke terminal baru untuk check in,” ungkap Abdullah Usman, kemarin.
Baca Juga : Gudang Garam Modali Pembangunan Bandara Kediri Rp5 Triliun, Proyeknya Terganjal Bukit Klotok
Jika ingin pulang maka tinggal turun ke lantai satu. Stasiun kereta di bandara bakal memiliki kapasitas sekitar 250 orang untuk satu kali berangkat. Diperkirakan dalam sehari terdapat tujuh perjalanan kereta pulang pergi.
Kereta bandara diharapkan dapat memecah kepadatan penumpang pesawat udara di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Sebab kereta akan menghubungkan Bandara Adi Soemarmo Solo, Stasiun Balapan Solo, dan Yogyakarta.
Sekaligus sebagai solusi pemecahan over kapasitas, dan maskapai penerbangan yang tidak kebagian slot time. Pihaknya sudah meminta kepada seluruh maskapai penerbangan untuk mempersiapkan diri karena Bandara Adi Soemarmo diprediksi menjadi lebih ramai dengan adanya kereta bandara.
Baca Juga : Pembangunan Apron Timur Bandara Ngurah Rai Sudah Capai 10%
Setelah kereta bandara beroperasi, Bandara Adi Soemarmo akan terus berbenah diri. Diantaranya dengan mengubah desain area publik. Yakni dikonsep dengan menonjolkan budaya masyarakat Jawa Tengah. Nuansa Jawa Tengah akan diangkat besar-besaran dalam desain penataan bandara.
Dengan demikian, kearifan lokal masyarakat Jawa, terutama Solo akan ditonjolkan. “Sehingga ketika penumpang begitu turun dari bandara, mereka langsung merasakan ini adalah Solo,” ungkapnya.
Desain yang ditonjolkan bisa beragam mulai dari wayang, rumah joglo, dan gapura nya. Desain telah diperoleh dari tiga pemenang dalam sayembara yang digelar beberapa waktu lalu.
“Desain salah satu pemenang dimungkinkan akan diterapkan di terminal baru yang dibangun,” tambahnya. (lid)
Sementara itu, di Stasiun Balapan Solo juga tengah dipersiapkan untuk dibuat peron kereta bandara yang berada di sisi utara stasiun. Peron kereta bandara rencananya akan digarap Mei mendatang.
“Peron dibuat dua lantai, di mana lantai bawah untuk penumpang masuk atau keluar, dan lantai atas untuk ruang tunggu,” terang Project Director (PD) 6 Yogyakarta Yurish Wibawa.
Akses masuk melalui skybridge yang menghubungkan Stasiun Balapan dengan Terminal Bus Tirtonadi Solo. Ketika keluar dari peron, penumpang bisa langsung ke terminal atau ke stasiun melalui sky bridge. Luas peron sekitar 5.000 meter persegi. (Ary Wahyu Wibowo)
(Rani Hardjanti)