JAKARTA - Kondisi pasar modal yang cenderung fluktuatif membuat PT PT Wahana Vinyl Nusantara menunda rencananya untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Produsen pipa PVC itu memilih momentum yang tepat untuk masuk ke pasar.
Direktur Penilaian BEI Samsul Hidayat mengatakan, selain PT Wahana Vinyl Nusantara, perusahaan yang menunda IPO adalah PT Harvest Time dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis. Akan tetapi keduanya, memiliki pertimbangan yang berbeda dengan PT Wahana Vinyl Nusantara.
"Artajasa itu lebih pada peraturan Bank Indonesia, kemudian yang PT Harvest itu enggak tahu kenapa, kalau Wavin mungkin ke masalah market," ujarnya di Gedung BEI, Rabu (16/5/2018).
Meskipun satu perusahaan telah pasti menunda IPO akibat kondisi pasar, akan tetapi Samsul meyakini bahwa volatilitas pasar saat ini tidak berpengaruh terhadap rencana perusahaan lainnya untuk melantai di pasar modal. Sebab, proses persiapan IPO sendiri memakan waktu hingga hitungan tahun.
Dalam persiapan itu, calon emiten juga telah mempertimbangkan sisi pembeli saham.