"Tapi permintaan mudah-mudahan bisa lebih baik dibanding tahun lalu. Sehingga pertumbuhan kredit bisa lebih tercapai, ya at least 9%-10% sampai akhir tahun ini. Sehingga masih bisa men-support (pertumbuhan ekonomi)," katanya.
Di sisi lain Josua menilai, kebijakan menaikkan suku bunga acuan merupakan hal yang tepat saat ini untuk mendorong stabilitas makroekonomi di tengah dinamika ekonomi global. Terlebih saat ini Rupiah terus bergerak melemah menembus level Rp14.000 per USD.
"Karena stabilitas memang perlu didorong dan diperkuat, agar lebih optimal. Daripada volatile (kurs Rupiah terhadap USD), lebih baik pertumbuhannya yang sustain dan tetap terjaga," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)