KEDIRI - Hasil keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Gudang Garam Tbk (GGRM) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2017 sekitar Rp5 triliun atau Rp2.600 per lembar saham.
”Nilai dividennya sama dengan tahun lalu, penjelasannya sama dengan yang dulu. Kalau saham perusahaan lain, ini gudang garam, saya tidak punya hak untuk jawab," kata Direksi PT Gudang Garam, Heru Budiman di Kediri Jawa Timur.
Mengenai nilai dividen yang cenderung sama dengan tahun sebelumnya.
Baca Juga : Laba Stagnan, Gudang Garam Catat Kenaikan Pendapatan 10% Jadi Rp21,9 Triliun
Dalam RUPS untuk tahun buku 2016, dividen yang dibagikan adalah Rp5 triliun dengan besar dividen yang diterima pemegang saham senilai Rp2.600 per saham. Nominal itu sama dengan dividen 2017. Heru menyatakan, direksi tetap bersyukur dividen yang dibagikan bisa di angka Rp2.600 per saham, sebab sebelumnya hanya di angka Rp800. Pihaknya menampik besaran dividen yang cenderung stagnan itu dikarenakan industri rokok saat ini lesu.
Disampaikan Heru, pasar macam-macam, ada yang positif atau negatif. Namun bagi perseroan sendiri yang dilakukan akan dinilai para pemegang saham.
Baca Juga : Pendapatan Tembus Rp61 Triliun, Gudang Garam Cetak Laba Rp5,41 Triliun
Sementara itu, Direksi Gudang Garam lainnya, Istata Taswin Siddharta menambahkan perusahaan tidak terpengaruh dengan pergerakan harga saham industri rokok. Selama ini, pasar tidak tentu, tergantung situasi yang memengaruhinya.
”Secara fundamental, kami tidak melihat faktor signifikan yang mempengaruhi harga saham naik atau turun Pasar kadang-kadang bereaksi beda dengan fundamental. Jika fundamental positif, pasar bereaksi negatif dan sebaliknya," kata Istata.
(Rani Hardjanti)