China Punya Bandara Super Besar dan Canggih Tahun Depan, Ini Penampakannya

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 09 Agustus 2018 10:36 WIB
Ilustrasi Foto: Koran Sindo
Share :

Dua perusahaan startup China yang berjalan di sektor kecerdasan buatan (AI) telah mempersiapkan bidding untuk mendapatkan kontrak. Teknologi mereka sudah lolos uji coba. SenseTime Group dan YiTu merupakan dua perusahaan teknologi yang memiliki dana besar.

SenseTime merupakan perusahaan startup terbesar China di sektor AI. Pertumbuhannya sangat cepat. Mereka mendapat tawaran dari pemerintah dan swasta. Sampai Mei lalu nilai perusahaannya mencapai USD4,5 miliar. Kamera akan dipasang di setiap titik untuk membantu proses verifikasi dan identifikasi.

Data itu akan dicocokkan dengan data yang ada di data base China. Pada saat bersamaan, otoritas terkait ban dara juga dapat mengetahui barang yang dibawa penumpang sehingga dapat lebih mudah melacaknya jika terjadi sesuatu.

Teknologi itu sudah di pasang di Terminal 2 Bandara Internasional Beijing untuk mempercepat proses pemeriksaan. Identitas penumpang dapat di ketahui melalui scanning boarding ass, kartu ID, dan wajah. Sistem screening itu dapat memproses 266 penumpang per jam, bandingkan dengan sistem lama yang hanya 160.

Konstruksi Bandara Daxing Beijing menghabiskan 1,6 juta kubik meter konsentrat dan 52.000 ton baja. Sama seperti Bandara Internasional Beijing, bandara itu akan melayani jasa penerbangan domestik dan internasional. China Eastern Airlines dan China Southern Airlines juga akan merelokasi sebagian operasi ke sana.

Bandara Daxing Beijing diproyeksikan memiliki 9 landasan. Bandara ini akan menggantikan Bandara Inter nasional Beijing. Jika kapasitas bandara yang mencapai 100 juta penumpang per tahun terpenuhi, Bandara Daxing akan menjadi bandara tersibuk di dunia melampaui Bandara Hartsfield- Jackson di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS).

Dalam 20 tahun ke depan, lalu lintas penumpang komersial di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan meningkat sebesar 1,8 miliar, setara dengan jumlah penumpang di seluruh dunia. Negara-negara Asia memerlukan lebih banyak pesawat dan bandara.

Penerbangan di China, Filipina, dan Singapura sangat padat. Sementara itu Lead 8 ditunjuk sebagai arsitek utama untuk terminal komersial baru Beijing Daxing International Airport.

Proyek yang merupakan bagian dari “zona ekonomi transportasi udara baru”, ini akan menampilkan desain yang di rancang untuk berfungsi sebagai ruang kerja generasi baru. Ruang-ruang di bandara ini akan terintegrasi untuk aspek ritel, restoran, dan hiburan. Dalam rancangannya, proyek terminal bandara ini akan mengusung hibrida.

“Kita akan buat kota aeropolis dengan rancangan kota-kota di masa depan. Ruang kerjanya akan dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup generasi baru, karena kerja, hiburan dan perhotelan,” ujar Co-Founder dan Direktur Eksekutif Lead 8 Simon Chua seperti dikutip airport-technology.com.

(Muh Shamil)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya