Diresmikan Presiden Jokowi, Patung GWK Siap Jadi Ikon Baru Wisata Bali

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 23 September 2018 11:08 WIB
Patung Garuda Wisnu Kencana (Foto: Ist)
Share :

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membenarkan respons positif kunjungan wisman ke Bali bersamaan dengan pertemuan IMF dan Bank Dunia. Luhut mengatakan sebelum event dimuali, rental mobil hingga okupansi hotel sudah penuh disewa.

“Terbesar annual meeting semenjak dilakukan 1946 adalah di sini. Permintaan kendaraan lebih dari 4 ribu kendaraan. Sekarang sedang kita hitung oleh ahlinya berapa jumlah kendaraan yang bisa kita akomodasi, jumlah kendaraan angkanya 20.000, seluruh hotel sudah penuh di-booked,” jelasnya.

Luhut menambahkan, dari perhitungan Bappenas, kunjungan para tamu IMF-World Bank Annual Meeting 2018 diprediksi mendongkrak perekonomian Bali hingga 0,64%. Dia juga yakin sektor pariwisata di beberapa daerah lain juga bakal terdampak.

“Permintaan Presiden dari berbagai macam institusi dan ekonomi, dampak ekonomi Bappenas akan menaikkan ekonomi growth di Bali jadi 6,54% dan itu naik 0,64%. Ini merupakan suatu pencapaian yang sangat bagus dan menciptakan 32.700 lapangan kerja yang berdampak ke Lombok, Banyuwangi, Danau Toba,” katanya

Sementara itu Presiden Komisaris Alam Sutera Group Haryanto Tirtohadiguno selaku pengembang mengatakan, untuk mendukung target pemerintah pihaknya bakal menambah sejumlah fasilitas pendukung lain.

Dia juga berjanji akan terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang berkunjung.

“Kita akan membuat fasilitas dari proyek GWK sendiri. Para turis, pengunjung GWK merasakan pengalaman yang memorable, level of service akan kita naikkan, produkproduk yang sekarang masih dalam perencanaan kita pastikan akan dibangun semua supporting ini,” paparnya.

Kebanggan Indonesia

Presiden Jokowi mengapresiasi selesainya GWK. Dia menyebut patung itu sebagai mahakarya yang bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bali, tapi juga Indonesia.

"Ini membuktikan kita bangsa besar, bukan hanya mewarisi karya masa lalu seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan. Tapi di era kekinian bangsa kita juga bisa melahirkan karya mahakarya yang baru yang diakui dan dikagumi dunia,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu melihat, di balik megahnya patung GWK tersebut ada keberanian untuk memulai suatu gagasan mewujudkan mimpi besar.

”Patung ini bukan hanya ikon budaya Bali ataupun ikon budaya Indonesia, tapi tapak sejarah bangsa kita,” tandas dia.

Dia lantas menuturkan, selesainya pembangunan patung GWK selama 28 tahun merupakan buah dari ikhtiar bangsa Indonesia. Dia pun mengapresiasi pengerjaan yang memadukan karya seni bangsa dan penggunaan teknologi dengan ilmu baru dalam pembangunan patung GWK sehingga bisa bertahan 100 tahun.

”Saya yakin 100 tahun patung GWK akan tetap jadi karya yang dibicarakan generasi Indonesia,” ujar Jokowi.

Untuk diketahui, pembangunan GWK sudah dimulai sejak 1990. Pembangunannya berangkat dari ide yang dilontarkan sejumlah tokoh, yakni Menteri Pariwisata ketika itu, Joop Ave (alm), Ida Bagus Oka (alm), Ida Bagus Sudjana (alm), dan Nyoman Nuarta.

Lokasi yang disepakati untuk membangun GWK adalah di perbukitan kapur Ungasan. Lahan tersebut bekas penambangan kapur yang sudah ditinggalkan. Selanjutnya gagasan tersebut dipresentasikan di hadapan Presiden Soeharto dan direstui, lalu pada 1997 dilakukan peletakan batu pertama.

Sejak awal pembangunan itulah muncul berbagai kendala, salah satunya krisis moneter yang secara langsung berimbas pada pendanaan. Kelanjutan pembangunan kembali menemukan titik terang setelah GWK diakuisisi PT Alam Sutera Realty Tbk dan Nyoman Nuarta hanya bertindak sebagai seniman pada 2013.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya