NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Catatan ini membuat Wall Street melemah dua hari berturut-turut.
Pelemahan Wall Street ini dikarenakan imbal hasil obligasi AS, setelah adanya data harga produsen AS naik pada bulan lalu. Hal ini tidak menunjukkan tekanan pada inflasi.
Melansir Reuters, Rabu (10/10/2018), indeks S&P 500 dibuka lebih rendah dengan 6,44 poin, atau 0,22% di 2,873.90. Kemudian indeks Nasdaq Composite turun 43,94 poin, atau 0,57% menjadi 7.694,08.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Jatuh karena Harga Minyak
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 11,16 poin, atau 0,04% menjadi 26.441,73.
Seperti yang diberitakan Okezone, Wall Street berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global. Indeks Dow dan S&P 500 ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Kekhawatiran Pertumbuhan Global
Investor khawatir terhadap prospek pertumbuhan global. Hal tersebut saham industri menurun, di samping karena penurunan imbal hasil obligasi.
(Dani Jumadil Akhir)