"Alih-alih terjerembab dalam dampak negatif, Indonesia harus memanfaatkan posisi strategis ini sebaik mungkin," katanya.
Sementara itu, hajatan politik di dalam negeri lewat Pilpres 2019 membuat investor mempertimbangkan menanam dananya. Investor akan mempertimbangkan target, program, dan desain kebijakan ekonomi yang ditawarkan oleh masing-masing Capres (Calon Presiden).
"Tentunya hiruk pikuk Pilpres akan mewarnai (perekonomian di 2019)," ucap dia.
Adapun Indef juga memproyeksikan nikai tukar Rupiah di 2019 akan menyentuh level Rp15.250 per USD, kemudian tingkat inflasi berada di level 3,5%. Sementara tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,3% dan tingkat kemiskinan 10%.
(Dani Jumadil Akhir)