“Ini menunjukkan bahwa hasil pengelolaan fiskal sangat baik,” paparnya.
Apalagi, APBN dimanfaatkan untuk membangun fundamental bangsa ke depan, seperti pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Sesuai APBN 2019, anggaran infrastruktur mencapai Rp415 triliun dan pendidikan Rp492,5 triliun. “Hasil akan terlihat jangka panjang. Ini menjelaskan bahwa Presiden Jokowi adalah seorang negarawan, tidak memanfaatkan APBN sekadar kepentingan jangka pendek,” tandasnya Arif.
Bahkan berdasarkan data Potensi Desa (Podes) 2018 menunjukkan bahwa indeks pembangunan desa terus membaik. Jika pada 2014 jumlah desa tertinggal masih 19.750 desa atau 26,81% dari total desa, pada 2018 tersisa 13.232 atau 17,96%. Sedangkan desa mandiri meningkat dari 2.894 desa menjadi 5.559.
“Ini menunjukkan pembangunan desa telah memberikan hasil yang sangat baik,” ujar Arif.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)